JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) mencatat antusiasme tinggi dari investor untuk Sustainability Bond Tahap II.
Hingga akhir masa bookbuilding pada 2 Maret 2026, permintaan investor telah mencapai Rp932,4 miliar. Angka ini menegaskan kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek bisnis bank bjb di masa mendatang.
Masa bookbuilding yang berlangsung sejak 13 Februari hingga 2 Maret 2026 menawarkan dua seri obligasi. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan kupon indikatif 5,45–6,05 persen, sedangkan Seri B berdurasi lima tahun dengan kupon indikatif 5,70–6,30 persen.
Corporate Secretary bank bjb, Herfinia, menyatakan bahwa instrumen ini memberikan peluang bagi investor untuk berinvestasi secara bertanggung jawab sekaligus memperoleh imbal hasil kompetitif.
“Instrumen ini memberikan kesempatan bagi investor untuk berinvestasi secara bertanggung jawab dengan tetap memperoleh imbal hasil yang kompetitif, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Herfinia.
Bagian Dari Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi ini termasuk dalam Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sustainability Bond bank bjb dengan total target dana Rp2 triliun.
Pada tahap pertama yang dilaksanakan pada 2024 dengan nilai Rp1 triliun, obligasi ini mencatat tingkat oversubscribe hingga 4,66 kali dari target awal, menandakan minat investor yang tinggi.
Dari sisi kualitas kredit, obligasi bank bjb memperoleh peringkat idAA (Double A) dari Pefindo.
Peringkat ini menunjukkan kemampuan perseroan sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Kerangka kerja Sustainability Bond bank bjb juga mendapat penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari lembaga independen SDGs Hub Universitas Indonesia.
Untuk penerbitan obligasi, bank bjb menggandeng lima penjamin emisi terkemuka:
PT Mandiri Sekuritas
PT Indo Premier Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas
PT BRI Danareksa Sekuritas
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, memungkinkan perdagangan luas di pasar sekunder.
Dana Digunakan Untuk Aktivitas Berkelanjutan
Bank bjb menegaskan bahwa seluruh dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung pembiayaan baru maupun pembiayaan ulang dalam kategori:
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Langkah ini sejalan dengan ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang efek bersifat utang dan sukuk berlandaskan keberlanjutan.
Hingga Desember 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank bjb telah mencapai Rp14,3 triliun, dialokasikan ke sektor lingkungan, pembiayaan UMKM, serta kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Integrasi ESG dan Komitmen Net Zero
Bank bjb tidak hanya fokus pada pembiayaan. Operasional perseroan juga menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Perseroan menguatkan pengelolaan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari target Net Zero Emission. Partisipasi di Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK merupakan salah satu strategi mitigasi emisi karbon.
Selain itu, bank bjb menjadi salah satu bank fase pertama yang menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST). Upaya ini bertujuan mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam manajemen risiko perusahaan.
Herfinia menekankan bahwa langkah-langkah strategis ini menegaskan posisi bank bjb sebagai institusi keuangan yang konsisten mengintegrasikan prinsip ESG dalam strategi bisnis.
“Melalui pengembangan portofolio pembiayaan berkelanjutan, bank bjb optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menyelaraskan Bisnis dan Keberlanjutan
Permintaan investor yang mencapai Rp932,4 miliar menunjukkan tingginya kepercayaan pasar terhadap bank bjb. Sustainability Bond Tahap II tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga sarana nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dengan penerapan ESG, fokus pada KUBL dan KUBS, serta pengelolaan risiko iklim, bank bjb menunjukkan bagaimana institusi keuangan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Keberhasilan obligasi ini sekaligus menegaskan posisi bank bjb sebagai pelopor pembiayaan berkelanjutan di Indonesia, yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi investor maupun masyarakat luas.