Cove Indonesia

Tren Co-Living Naik, Cove Indonesia Buka Peluang Passive Income Properti

Tren Co-Living Naik, Cove Indonesia Buka Peluang Passive Income Properti
Tren Co-Living Naik, Cove Indonesia Buka Peluang Passive Income Properti

JAKARTA - Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan mendorong munculnya berbagai konsep hunian baru yang lebih fleksibel dan modern. 

Salah satu konsep yang kini semakin populer adalah co-living, yakni hunian bersama yang menawarkan kenyamanan, fasilitas lengkap, serta ruang sosial bagi para penghuninya.

Konsep hunian ini semakin diminati oleh generasi muda yang bekerja di kota besar maupun mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal praktis dengan fasilitas lengkap. Tren tersebut tidak hanya berdampak pada perubahan pola hunian, tetapi juga membuka peluang investasi baru bagi pemilik properti.

Permintaan hunian komunal alias co-living di Tanah Air semakin menjanjikan, membuka peluang tersendiri bagi para pemilik properti yang berminat mengejar pendapatan pasif lewat aset indekos elite.

Cove Indonesia sebagai salah satu manajemen properti co-living ternama, mengungkap minat konsumen itu membawa pihaknya kini telah mengoperasikan sekitar 200 properti dengan kisaran 6.000 kamar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo menambahkan tahun ini pihaknya pun terus berekspansi dan melakukan upgrade beberapa aset dalam portofolio, hingga targetnya mencapai 8.000 kamar pada akhir 2026.

"Tren ini juga alasan kami berani berekspansi ke wilayah potensial di Malang, Yogyakarta, Semarang, dan beberapa daerah di Pulau Lombok," ungkap Rizky.

Tren Kerja Sama Pemilik Properti Mulai Bermunculan

Seiring meningkatnya popularitas konsep co-living, banyak pemilik lahan dan properti mulai melirik peluang kerja sama dengan perusahaan pengelola hunian seperti Cove.

Rizky mengungkap tren co-living turut membuka mata para pemilik tanah di kota besar Indonesia untuk coba bekerja sama dengan Cove untuk membangun dari nol.

Sekadar info, Cove sebelumnya lebih banyak melakukan renovasi aset indekos atau apartemen yang sudah jadi, atau melakukan konversi dari aset properti non-hospitality.

Namun kini muncul tren baru di mana pemilik lahan memilih membangun properti co-living dari tahap awal.

"Tren partner yang kerja sama dari aset berupa tanah kosong dari nol mulai marak, bahkan mayoritas membanding-bandingkan dengan membuka lapangan padel. Saat ini kami sudah ada dua contoh yang dibangun dari awal, yakni di Cipete dan Cikini," jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa konsep hunian bersama mulai dipandang sebagai peluang investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan.

Co-Living Banyak Diminati Profesional Muda

Popularitas co-living tidak lepas dari kebutuhan hunian masyarakat perkotaan yang semakin dinamis. Banyak pekerja muda yang membutuhkan tempat tinggal yang praktis, nyaman, serta memiliki fasilitas lengkap.

Rizky mengungkap bahwa co-living semakin diminati pelajar, pekerja baru, maupun profesional muda di Indonesia.

Porsi penyewa Cove sekitar 80% bekerja, sisanya mahasiswa.

Demi mendapatkan keutamaan konsep co-living, mereka biasanya tipe yang mengincar adanya privasi dan kenyamanan, namun tetap memiliki ruang publik dan tempat bersosialisasi yang elegan.

Sebagai info, konsep co-living cenderung mengutamakan hunian dengan perabotan lengkap (fully furnished), WiFi, layanan pembersihan, dan fasilitas bersama seperti dapur, ruang tamu, dan coworking space dalam satu atap.

Fasilitas tersebut menjadi daya tarik utama karena penghuni tidak perlu lagi repot menyiapkan berbagai kebutuhan dasar hunian.

Harga Sewa Beragam Sesuai Lokasi Hunian

Besaran harga sewa co-living biasanya bergantung pada lokasi properti dan segmen penyewa yang ditargetkan.

"Pada daerah prime area, biasanya punya jabatan asisten manajer ke atas, mengincar hunian dengan sewa sekitar Rp4 juta. Tak jarang juga statusnya pasutri. Tapi kalau daerah mahasiswa, biasanya tipe sewa yang Rp2 juta. Semuanya prefer mayoritas bayar bulanan yang lebih fleksibel," ujarnya.

Dengan sistem pembayaran yang fleksibel, konsep co-living menjadi semakin menarik bagi generasi muda yang membutuhkan hunian jangka pendek maupun jangka menengah.

Selain itu, fasilitas lengkap yang ditawarkan juga membuat penghuni merasa lebih nyaman dibandingkan indekos konvensional.

Oleh karena itu, Rizky melihat bahwa membangun co-living secara jangka panjang cenderung lebih menjanjikan ketimbang membangun bisnis fasilitas olahraga, sebab merupakan kebutuhan primer dan tak bergantung dengan tren sesaat.

Cara Menjadi Partner Cove Indonesia

Melihat potensi pasar yang terus berkembang, Cove membuka peluang kerja sama bagi pemilik properti yang ingin mengembangkan bisnis hunian co-living.

Bagi para pemilik properti yang berminat menjadi calon partner, Rizky menekankan jangan ragu untuk berdiskusi dengan Cove, sebab pihaknya telah memiliki tim analisis, pengembangan, bahkan desain.

"Terpenting kenalan dulu, mengobrol, kemudian kami akan lihat apakah lokasinya cocok untuk co-living. Setelah itu asesmen, bisa dibikin berapa lantai, berapa kamar, dan lain sebagainya," tutupnya.

Senior Marketing Manager Cove, Chitra Rufina Praditha menambahkan ada tren konsumen cenderung ingin hunian fleksibel yang dekat dengan akses transportasi umum.

Oleh karena itu, partner Cove begitu terdiversifikasi, mulai dari perorangan yang punya aset di dekat stasiun, sampai korporasi besar sekaliber Taspen properti, Lippo Karawaci, hingga KAI.

"Ada tren pemilik aset rumah di dekat MRT atau LRT ingin bekerja sama dengan Cove buat mendapat passive income demi persiapan pensiun," ungkapnya.

Chitra menjelaskan ada dua pilihan yang bisa diambil calon partner, yaitu mengambil waralaba saja dan mengoperasikan sendiri, atau menyerahkan manajemen secara penuh.

"Kalau under management, terima beres, bahkan sampai hiring house keeper dan lain-lain. Nanti revenue sharing saja yang berbeda. Tapi keduanya tetap kami punya standar, setiap properti Cove akan kami upgrade ruang publiknya menjadi lebih kekinian dan elegan sesuai ciri khas kami," tambahnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index