SAHAM

Astra International Ajukan Dividen Rp390 per Saham, Rekomendasi Saham Terbaru

Astra International Ajukan Dividen Rp390 per Saham, Rekomendasi Saham Terbaru
Astra International Ajukan Dividen Rp390 per Saham, Rekomendasi Saham Terbaru

JAKARTA - Pasar modal Indonesia mengawali pekan ini dengan dinamika yang cukup menarik, seiring sejumlah sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di tengah kondisi tersebut, perhatian investor tertuju pada rencana pembagian dividen PT Astra International Tbk (ASII) yang mengusulkan total dividen Rp390 per saham untuk tahun buku 2025. Usulan ini menjadi katalis penting yang turut memengaruhi strategi pelaku pasar dalam menyusun portofolio investasi jangka pendek maupun menengah.

Perdagangan pada Jumat, 27 Februari 2026, menunjukkan IHSG ditutup relatif stagnan di posisi 8.235,48. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang indeks, di antaranya BREN yang menguat 4,78%, AMMN naik 4,79%, serta BNBR melonjak signifikan sebesar 32,92%. Di sisi lain, tekanan datang dari saham DSSA yang terkoreksi 4,91%, BBCA turun 1,71%, dan TLKM melemah 3,01%, sehingga menahan laju penguatan indeks secara keseluruhan.

Data transaksi mencatat investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp801,61 miliar di pasar reguler dan Rp694,05 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, tujuh dari sebelas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor industrial menjadi pendorong utama dengan kenaikan 4,48%, sementara sektor keuangan mencatatkan koreksi terdalam sebesar 0,83%. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati investor dalam merespons perkembangan global yang masih diliputi ketidakpastian.

Dinamika Pasar Global dan Dampaknya ke IHSG

Sentimen global turut memberi tekanan pada pasar saham domestik. Bursa saham Amerika Serikat kompak ditutup di zona merah, dengan indeks Dow Jones turun 1,05% ke level 48.977, disusul S&P 500 yang melemah 0,43% ke 6.878, serta Nasdaq yang terkoreksi 0,92% ke 22.668. Ketegangan geopolitik akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, ditambah ancaman pemblokiran Selat Hormuz, meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Tekanan tersebut berdampak pada lonjakan harga komoditas. Harga minyak mentah dunia melonjak 7,50%, sementara harga emas menguat 1,85%. Kenaikan harga emas mendorong masuknya dana asing ke saham-saham tambang emas. Pada perdagangan akhir pekan lalu, ANTM mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp82,03 miliar, disusul ARCI sebesar Rp59,10 miliar. Arus dana ini menunjukkan investor global mulai mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian yang meningkat.

Kinerja ASII dan Rencana Pembagian Dividen

Di tengah dinamika pasar tersebut, PT Astra International Tbk mengumumkan rencana pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp292 per saham. Usulan ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp98 per saham pada Oktober 2025. Dengan demikian, total dividen yang akan diterima pemegang saham mencapai Rp390 per saham, dengan rasio pembagian dividen sebesar 48%.

Sepanjang 2025, ASII membukukan laba bersih sebesar Rp32,76 triliun, turun 3,34% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp323,39 triliun atau melemah 1,54% secara tahunan. Penurunan kinerja ini dipengaruhi oleh melemahnya harga batu bara global serta turunnya permintaan kendaraan baru, seiring daya beli masyarakat yang masih tertekan.

Meski demikian, manajemen ASII tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perseroan. Hal ini tercermin dari langkah strategis perusahaan yang telah merampungkan program pembelian kembali saham dalam dua tahap, yakni sebesar Rp2 triliun pada Januari 2026 dan Rp685 miliar pada Februari 2026. Aksi buyback ini bertujuan menjaga stabilitas harga saham serta memperkuat struktur permodalan di tengah volatilitas pasar.

Strategi Manajemen dan Optimisme Jangka Menengah

Langkah-langkah strategis yang ditempuh ASII menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor. Program buyback saham dipandang sebagai sinyal positif bahwa manajemen menilai valuasi saham perseroan berada di level yang menarik. Selain itu, pembagian dividen yang relatif stabil diharapkan dapat memberikan kepastian imbal hasil bagi pemegang saham, terutama di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Ke depan, kinerja ASII diperkirakan akan sangat bergantung pada pemulihan daya beli masyarakat, stabilisasi harga komoditas, serta tren suku bunga global. Sektor otomotif dan alat berat, yang menjadi kontributor utama pendapatan perseroan, diharapkan dapat kembali tumbuh seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan meningkatnya permintaan domestik.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Seiring perkembangan pasar dan sentimen global, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati oleh investor. Saham ANTM direkomendasikan beli di kisaran 4.350–4.370 dengan target harga 4.500–4.600 dan batas kerugian di 4.170. Selanjutnya, BULL disarankan beli di rentang 510–515 dengan target 555–590 dan stop loss 480.

Saham RATU juga masuk dalam daftar rekomendasi beli pada area 7.275–7.300 dengan target harga 7.675–8.100 dan stop loss di 6.850. Untuk MEDC, area beli berada di 1.730–1.735 dengan target 1.775–1.820 dan batas kerugian 1.615. Sementara itu, ARCI direkomendasikan beli di kisaran 1.880–1.890 dengan target 1.930–2.020 dan stop loss di 1.765.

Perlu diingat bahwa seluruh analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif serta bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Dengan mempertimbangkan dinamika pasar, kehati-hatian dan manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam meraih hasil investasi yang optimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index