JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengingatkan pimpinan perguruan tinggi untuk menjaga kualitas pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
Ia juga menekankan pentingnya kredibilitas dalam proses seleksi tersebut. Pernyataan ini disampaikan Mendiktisaintek dalam upaya memastikan bahwa proses seleksi masuk perguruan tinggi tetap berjalan adil, transparan, dan bebas dari segala bentuk kecurangan.
Menjaga integritas seleksi adalah hal yang vital untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru. Mendiktisaintek menegaskan bahwa seleksi yang bersih dan jujur tidak hanya menguntungkan calon mahasiswa, tetapi juga menciptakan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
“SNPMB ini kami harap menjadi proses yang senantiasa dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Segala bentuk kecurangan harus dicegah bersama, agar tidak merugikan calon mahasiswa lain,” ujar Brian Yuliarto.
Komitmen Bersama Pimpinan Kampus untuk Pendidikan Berkualitas
Dalam konteks ini, Mendiktisaintek mengajak para pimpinan perguruan tinggi untuk memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan SNPMB dengan integritas tinggi.
Ia mengingatkan bahwa untuk memastikan kualitas pendidikan yang merata, seleksi harus dapat diakses oleh semua calon mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Proses seleksi yang bersih dari kecurangan akan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih adil.
Penting bagi setiap perguruan tinggi untuk aktif berperan dalam menyosialisasikan bahwa pendidikan tinggi terbuka bagi semua kalangan.
Oleh karena itu, Mendiktisaintek mendorong kampus-kampus untuk mengedepankan kebijakan afirmasi dan beasiswa, serta memberikan dukungan khusus bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, daerah tertinggal, atau wilayah yang terdampak bencana alam.
Kampus, menurutnya, harus menjadi ruang inklusif yang dapat memfasilitasi semua kalangan tanpa terkecuali.
Pendidikan untuk Semua, Tanpa Kecuali
Mendiktisaintek menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya dipersepsikan sebagai hak bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi.
Pendidikan harus menjadi jalur yang dapat diakses oleh semua kalangan, terlepas dari status sosial atau ekonomi mereka. Hal ini menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan oleh perguruan tinggi dalam menyambut SNPMB 2026.
"Kampus harus menjadi ruang yang benar-benar memfasilitasi semua kalangan," tegas Mendiktisaintek. Dengan demikian, kampus diharapkan lebih aktif dalam mendukung keberagaman dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang.
Jaminan Akses Pendidikan untuk Mahasiswa Terdampak Bencana
Tak hanya untuk mahasiswa dari latar belakang ekonomi lemah, Mendiktisaintek juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap mahasiswa yang terdampak bencana.
Untuk itu, Mendiktisaintek mendorong panitia SNPMB agar membentuk mekanisme atau satuan tugas (satgas) khusus yang bertugas memastikan mahasiswa yang terdampak bencana tetap dapat memperoleh akses pendidikan yang layak.
Ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Dengan adanya satgas khusus ini, diharapkan masalah seperti pembatasan akses akibat bencana alam atau kesulitan logistik yang dihadapi mahasiswa dapat segera ditangani. Mendiktisaintek menambahkan bahwa sistem pendidikan yang inklusif harus dapat melayani semua pihak, terutama mereka yang paling rentan.
Tiga Jalur Seleksi Tetap Berlaku di SNPMB 2026
Mendiktisaintek juga memberikan informasi terkait perubahan jalur seleksi SNPMB 2026. Berdasarkan pengumuman resmi, tidak ada perubahan signifikan pada jalur seleksi SNPMB tahun ini.
Tiga jalur seleksi yang sudah diterapkan sebelumnya, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tetap berlaku. Kuota untuk masing-masing jalur juga akan tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Selain itu, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa saat ini SNPMB 2026 telah memasuki tahap registrasi akun siswa untuk jalur SNBP dan SNBT.
Pengumuman hasil SNBP direncanakan pada 31 Maret 2026, sementara pendaftaran UTBK-SNBT akan berlangsung dari 25 Maret hingga 7 April 2026. Pelaksanaan UTBK akan berlangsung pada 21-30 April 2026, dan hasil SNBT diperkirakan akan diumumkan pada 5 Mei 2026.
Tahapan Pendaftaran dan Informasi Lengkap SNPMB 2026
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengikuti SNPMB 2026, Mendiktisaintek mengingatkan pentingnya mengikuti tahapan registrasi dan pendaftaran dengan teliti.
Semua informasi resmi mengenai jadwal, mekanisme, dan persyaratan SNPMB 2026 dapat diakses melalui laman resmi www.snpmb.id dan media sosial resmi SNPMB. Melalui platform ini, calon mahasiswa dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai pelaksanaan seleksi.
Proses registrasi akun untuk SNBP dan SNBT sudah dimulai, dan para siswa diharapkan untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran agar dapat mengikuti seleksi dengan lancar.
Mendiktisaintek juga mendorong agar calon mahasiswa menggunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dalam hal prestasi maupun mental untuk mengikuti tes seleksi nantinya.
Pendidikan Tinggi yang Terjangkau untuk Semua Kalangan
Penting untuk diingat, pendidikan tinggi bukan hanya sekadar tempat untuk memperoleh gelar, tetapi juga sarana untuk mencetak generasi yang terampil dan siap menghadapi tantangan global.
Oleh karena itu, Mendiktisaintek berharap bahwa SNPMB 2026 dapat menjadi titik awal bagi terciptanya pendidikan yang lebih inklusif dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.
Dengan adanya skema afirmasi, beasiswa, dan dukungan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi lebih merata. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali.
Menjaga Kualitas dan Integritas Proses SNPMB 2026
SNPMB 2026 menjadi momen penting bagi calon mahasiswa untuk meraih kesempatan pendidikan tinggi yang lebih baik. Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya menjaga integritas dan kualitas seleksi agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Perguruan tinggi diharapkan berkomitmen menjaga kualitas proses seleksi, agar pendidikan tinggi tetap menjadi ruang yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan.
Dengan adanya komitmen bersama dari semua pihak, diharapkan SNPMB 2026 dapat berjalan dengan adil, transparan, dan tanpa kecurangan. Dengan demikian, generasi muda Indonesia akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.