JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja baru saat menerima jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Dalam dialog tersebut, Prabowo mengajak pelaku industri untuk bergerak lebih agresif memperluas kesempatan kerja sebagai bagian dari agenda besar penguatan ekonomi nasional dan pengentasan kemiskinan.
Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah dan sektor swasta di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Presiden menilai bahwa sektor industri memiliki posisi kunci dalam mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif. Karena itu, kolaborasi antara negara dan dunia usaha harus diperkuat agar kebijakan yang dirancang dapat langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam suasana yang berlangsung terbuka, Prabowo menekankan bahwa agenda industrialisasi bukan semata mengejar pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga memastikan terciptanya lapangan kerja yang luas dan berkualitas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana rakyat merasakan manfaat langsung, salah satunya melalui ketersediaan pekerjaan yang layak.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Jadi Kunci
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjadikan industrialisasi sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Untuk itu, keterlibatan aktif para pengusaha dinilai sangat menentukan. Apindo, sebagai wadah besar pelaku usaha, diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membuka peluang kerja baru di berbagai sektor.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengajak dunia usaha tidak ragu melakukan ekspansi dan investasi, terutama di sektor-sektor padat karya. Ia menilai, langkah ini akan memberikan efek ganda, yakni meningkatkan produksi nasional sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan demikian, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dapat terjaga.
Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa pemerintah akan terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan yang pro-investasi, kepastian hukum, serta penyederhanaan regulasi. Ia meyakini, jika dunia usaha merasa aman dan didukung, maka ekspansi industri akan berjalan lebih cepat, membuka ruang kerja yang semakin luas.
Dorongan Industrialiasi untuk Menjawab Tantangan Ketenagakerjaan
Prabowo menilai bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini membutuhkan solusi struktural, bukan hanya jangka pendek. Oleh karena itu, percepatan industrialisasi dipandang sebagai jawaban strategis. Dengan berkembangnya industri nasional, kebutuhan tenaga kerja akan meningkat seiring bertambahnya kapasitas produksi dan diversifikasi sektor usaha.
Presiden juga menyoroti pentingnya penguatan industri dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor. Menurutnya, kebangkitan industri lokal akan mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka ruang inovasi. Dalam konteks ini, peran Apindo sangat krusial untuk mendorong anggotanya berinvestasi pada teknologi, sumber daya manusia, dan pengembangan produk bernilai tambah tinggi.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan sektor industri harus terintegrasi dengan pengembangan wilayah. Dengan menyebarkan pusat-pusat industri ke berbagai daerah, pemerataan ekonomi dapat tercapai, sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah. Langkah ini diharapkan mampu menahan laju urbanisasi dan menciptakan pusat pertumbuhan baru di luar kota-kota besar.
Komitmen Pengusaha dalam Membuka Peluang Kerja
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Apindo menyampaikan kesiapan dunia usaha untuk mendukung agenda pemerintah. Para pengusaha menilai, sinergi yang erat dengan pemerintah akan mempermudah realisasi berbagai program strategis, termasuk pembukaan lapangan kerja baru.
Apindo menegaskan bahwa pelaku industri nasional memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja, terutama melalui pengembangan sektor manufaktur, agribisnis, serta industri kreatif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ekspansi usaha dapat dilakukan secara berkelanjutan, menciptakan stabilitas ekonomi dan sosial.
Para pengusaha juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi makro dan memperkuat infrastruktur pendukung. Menurut mereka, faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap keputusan investasi jangka panjang. Dengan iklim usaha yang sehat, target pembukaan lapangan kerja dalam skala besar diyakini dapat tercapai.
Fokus pada Kesejahteraan dan Pengentasan Kemiskinan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh agenda pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat. Pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya dipandang sebagai jalan paling efektif untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Dalam pandangan Prabowo, pekerjaan yang layak bukan hanya memberikan penghasilan, tetapi juga martabat dan rasa percaya diri bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta dunia usaha untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dalam setiap kebijakan bisnis.
Lebih jauh, Presiden menilai bahwa keberhasilan menciptakan lapangan kerja akan berdampak langsung pada stabilitas sosial dan politik. Dengan semakin banyak warga yang bekerja, daya beli masyarakat akan meningkat, mendorong perputaran ekonomi yang lebih sehat. Siklus positif ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Optimisme terhadap Masa Depan Industri Nasional
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Apindo ini mencerminkan optimisme bersama terhadap masa depan industri nasional. Di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi yang cepat berubah, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci utama untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Prabowo menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan pelaku usaha. Menurutnya, komunikasi yang intensif akan memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar selaras dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan komitmen bersama untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya, Presiden berharap Indonesia dapat melangkah lebih mantap menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang merata. Kolaborasi yang terbangun antara negara dan dunia usaha diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan, sekaligus menjawab harapan jutaan rakyat akan masa depan yang lebih baik.