JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran 2026, antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi kereta api menunjukkan lonjakan signifikan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa penjualan tiket kereta api reguler untuk Angkutan Lebaran 2026 mengalami kenaikan yang luar biasa. Sebanyak 655.407 tiket telah terjual hingga 7 Februari 2026, menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk merencanakan perjalanan jauh lebih awal.
Peningkatan jumlah pemesanan tiket ini tidak terlepas dari kebijakan baru yang diterapkan oleh KAI, yakni sistem penjualan bertahap mulai H-45 hingga H-1.
Langkah ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pelanggan untuk memilih tanggal keberangkatan, yang pada gilirannya membantu pengelolaan arus mudik agar lebih merata.
Skema Penjualan Bertahap Membantu Masyarakat Merencanakan Mudik Lebih Awal
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, skema penjualan bertahap yang diberlakukan sejak H-45 memberikan ruang bagi masyarakat untuk merencanakan mudik lebih awal.
Hal ini sekaligus memberi pilihan tanggal keberangkatan yang lebih beragam dan memungkinkan KAI untuk mengatur distribusi penumpang secara lebih merata.
“Skema ini memberi fleksibilitas bagi pelanggan dalam menentukan waktu perjalanan, sekaligus membantu distribusi arus mudik agar lebih merata,” jelas Anne.
Sistem pemesanan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan penumpang pada tanggal puncak, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kelancaran perjalanan selama masa mudik Lebaran.
Data yang tercatat hingga 7 Februari 2026 menunjukkan bahwa pemesanan tiket pada periode puncak mudik, yakni H-3 hingga H-1 Lebaran, menjadi titik fokus dari lonjakan permintaan tiket. Pada H-3 Lebaran, tercatat sebanyak 61.023 tiket terjual, dan pada H-2, angka ini meningkat menjadi 63.456 tiket.
Hari Puncak Masih Menjadi Periode Favorit Pemesanan Tiket
Pemesanan tiket untuk keberangkatan pada tanggal H-1 hingga H-3 Lebaran memang menjadi periode yang sangat diminati oleh masyarakat. Hal ini terlihat jelas pada data pemesanan yang menunjukkan tingginya angka tiket yang terjual.
Pada H-1 Lebaran, 20 Maret 2026, sebanyak 63.456 tiket sudah dipesan, dan pada H1 Lebaran, 21 Maret 2026, jumlah tiket yang terjual mencapai 46.515 tiket.
Namun, meski tanggal-tanggal puncak ini hampir penuh, KAI memastikan masih terdapat ketersediaan tiket untuk tanggal-tanggal di luar periode puncak.
Hal ini memberi kesempatan bagi masyarakat yang lebih fleksibel dalam merencanakan perjalanan mudik untuk membeli tiket dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menghindari kepadatan penumpang.
Sebagai contoh, untuk tanggal 22 Maret 2026, tercatat 55.425 tiket terjual, dan pada tanggal 23 Maret 2026, jumlah tiket yang terjual mencapai 59.878 tiket. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun tanggal puncak sudah banyak terisi, pemesanan untuk tanggal-tanggal alternatif masih terbuka.
Tujuan Perjalanan Kereta Api: Stasiun Favorit Para Pemudik
Berbicara mengenai tujuan perjalanan, data sementara menunjukkan bahwa Stasiun Pasarsenen Jakarta menjadi tujuan teratas dengan 38.710 pelanggan yang telah memesan tiket. Disusul oleh Yogyakarta dengan 27.241 pelanggan dan Purwokerto dengan 25.782 pelanggan.
Semarang Tawang, Kutoarjo, dan Surabaya Pasar Turi juga menjadi tujuan populer lainnya, dengan masing-masing mencatatkan 23.593, 23.330, dan 22.396 pelanggan yang memesan tiket.
Peningkatan pemesanan tiket ini menandakan bahwa masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan mudik, dengan pertimbangan kenyamanan dan efisiensi waktu.
Kereta api menjadi pilihan yang semakin diminati, terutama bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan yang sering terjadi pada musim mudik.
Anne Purba menjelaskan bahwa KAI berkomitmen untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran dengan menyiapkan langkah operasional yang matang. Salah satu langkah tersebut adalah pengoperasian kereta api tambahan yang akan diumumkan setelah proses finalisasi. Dengan adanya kereta api tambahan, diharapkan arus penumpang dapat lebih terdistribusi dengan baik, sehingga tidak ada penumpukan penumpang di stasiun.
Tiket Berdasarkan Identitas: Sistem Ticketing yang Transparan dan Terkontrol
PT KAI juga memastikan sistem ticketing yang digunakan transparan dan terkontrol dengan baik. Setiap tiket yang terjual akan terhubung dengan identitas asli penumpang.
Untuk setiap transaksi, satu identitas hanya berlaku untuk satu nama penumpang, yang kemudian diverifikasi melalui teknologi face recognition pada saat proses boarding.
Sistem ini bertujuan untuk memastikan bahwa tiket yang terjual benar-benar digunakan oleh penumpang yang berhak, sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan atau praktik calo yang merugikan masyarakat.
KAI juga membatasi transaksi tiket rombongan dengan alokasi maksimal 10 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia, dengan prioritas utama diberikan kepada program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah dan berbagai instansi.
KAI Berkomitmen Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Selama Mudik Lebaran
KAI menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan selama periode mudik Lebaran. Pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian, termasuk lokomotif dan rangkaian kereta, akan terus dilakukan untuk memastikan layanan berada dalam kondisi optimal.
Hal ini juga bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang, sehingga mereka dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Pemeriksaan ini meliputi cek fisik terhadap kereta api, perawatan rutin mesin, serta inspeksi terhadap jalur rel untuk memastikan tidak ada gangguan yang dapat menghambat kelancaran perjalanan. Seluruh langkah ini akan mendukung kelancaran dan keberhasilan operasional selama masa mudik dan balik Lebaran 2026.