KEMENTRIAN PERHUBUNGAN

KEMENHUB Periksa Kapal Penumpang Serentak di 98 UPT Hadapi Lebaran 2026

KEMENHUB Periksa Kapal Penumpang Serentak di 98 UPT Hadapi Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggencarkan kegiatan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal penumpang dan sarana angkutan laut lain di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi tolok ukur kesiapan armada laut menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada musim mudik terbesar di Tanah Air. Fokus kegiatan kali ini terletak pada pemeriksaan kelaiklautan kapal untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan pelayaran bagi jutaan pemudik yang diperkirakan mengandalkan angkutan laut.

Fokus Pemeriksaan: Kapal Penumpang dan Kendaraan

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub memerintahkan pemeriksaan kelaiklautan kapal, dikenal sebagai ramp check, secara serentak di 98 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan Laut se-Indonesia. Pemeriksaan ini diawali sejak pertengahan Januari 2026 atas instruksi langsung dari Direktur Jenderal Hubla.

Dalam kegiatan ramp check ini, fokus utama pemeriksaan adalah kapal penumpang dan kapal pengangkut kendaraan yang melayani arus mudik dan balik Lebaran. Salah satu kapal yang diperiksa adalah Kapal Motor (KM) Dharma Kartika II, yang dicek langsung di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kasubdit Pengukuran Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Ditjen Perhubungan Laut, Alwan Rasyid, menjelaskan bahwa ramp check difokuskan terutama pada armada yang melayani perjalanan masyarakat dalam periode mudik. Pemeriksaan tersebut bertujuan menghindari potensi risiko keselamatan yang dapat muncul akibat kapal yang tidak laik beroperasi selama arus mudik.

Kolaborasi Lintas Lembaga dalam Ramp Check

Proses pemeriksaan kapal yang dilakukan bukan pekerjaan satu instansi saja. Kemenhub memastikan pelaksanaan ramp check ini melibatkan kolaborasi beberapa pihak penting untuk mendapatkan hasil pengawasan kelaikan kapal yang komprehensif.

Tim pemeriksa terdiri dari personel Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), serta perwakilan dari kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan di daerah setempat. Kolaborasi ini ditujukan agar setiap kapal yang diperiksa layak untuk beroperasi dari aspek teknis maupun keselamatan sesuai regulasi.

Alwan menegaskan bahwa instruksi ramp check berlaku untuk seluruh UPT Perhubungan Laut, mencakup baik pelabuhan utama maupun pelabuhan singgah di berbagai wilayah Indonesia. Dengan cakupan seluas itu, Kemenhub berharap tidak ada kapal yang lolos dari pengawasan semata demi meningkatkan standar keselamatan angkutan laut nasional.

Tujuan Utama: Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Salah satu alasan kegiatan ramp check digencarkan secara serentak adalah meningkatnya mobilitas masyarakat yang memilih angkutan laut sebagai moda transportasi saat Lebaran. Menurut pernyataan Alwan, pemeriksaan kelaiklautan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kapal-kapal yang beroperasi benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran demi kenyamanan dan keamanan para penumpang.

Keselamatan menjadi prioritas utama. Penumpang yang melakukan perjalanan panjang, terutama antara pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, membutuhkan keyakinan bahwa sarana transportasi laut yang mereka gunakan tidak hanya layak jalan tetapi juga aman dari potensi gangguan teknis yang dapat membahayakan.

Pemerintah, melalui Kemenhub, berharap dengan ramp check yang ketat ini, layanan angkutan laut akan berjalan aman, tertib, dan lancar selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ini juga bagian dari persiapan operasional armada laut untuk menghadapi puncak angkutan Hari Raya.

Sinergi dan Pengawasan Berkelanjutan

Untuk memperkuat pengawasan, tidak cukup hanya dengan satu kali ramp check. Pemeriksaan kapal akan terus dilakukan secara menyeluruh sampai mendekati puncak arus mudik dan balik.

Alwan menekankan bahwa pengawasan menyeluruh diperlukan untuk memastikan kesiapan armada laut menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Selain aspek kelaiklautan kapal, pengawasan juga mencakup keseluruhan sistem pelayaran seperti administrasi, sarana keselamatan di atas kapal, hiburan penumpang, hingga kesiapan kru kapal.

Uji kelaikan ini bukan hanya formalitas administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen Kemenhub dalam menjamin keselamatan pelayaran nasional. Kemenhub memahami bahwa pelayanan angkutan laut merupakan bagian vital dari sistem angkutan nasional, terlebih di musim mudik yang menjadi tradisi besar di Indonesia.

Komitmen terhadap Standar Keselamatan Angkutan Laut

Melalui ramp check yang dilakukan di 98 UPT se-Indonesia, Kemenhub ingin memastikan bahwa seluruh kapal penumpang yang melayani pemudik memenuhi standar keselamatan nasional maupun internasional. Pemeriksaan ini mencakup kesiapan semua aspek teknis yang berkaitan dengan operasional kapal serta keselamatan penumpang setiap saat.

Kemenhub berharap ramp check ini mampu menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut, terutama di masa Lebaran 2026. Dengan memastikan kapal-kapal siap beroperasi secara aman, pemerintah berupaya memberikan pengalaman mudik yang nyaman dan minim risiko bagi para penumpang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index