Jasa Marga Percepat Transformasi Budaya Layanan Tol di Usia ke-48 Tahun

Senin, 02 Maret 2026 | 12:01:33 WIB
Jasa Marga Percepat Transformasi Budaya Layanan Tol di Usia ke-48 Tahun

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada 1 Maret 2026 dengan tekad mempercepat transformasi strategis dari sekadar fokus pada pembangunan infrastruktur fisik (infra as structure) ke arah penguatan budaya layanan (infra as culture) yang menempatkan pengalaman dan kepuasan pelanggan sebagai inti operasional perusahaan.

Transformasi Menyeluruh Menjawab Harapan Pengguna Jalan Tol

Perubahan arah ini menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, bukan sekadar perubahan istilah, melainkan penegasan komitmen perusahaan untuk memperluas tanggung jawabnya. Selama ini, Jasa Marga dikenal sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia dengan total 1.736 kilometer konsesi jalan tol, di mana 1.294 kilometer di antaranya telah beroperasi.

Namun kini, di tengah tuntutan pengguna jalan yang semakin dinamis dan kompleks, perusahaan menilai perlu lebih dari sekadar memperluas jaringan jalan tol. Transformasi ke budaya layanan diharapkan dapat menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan layanan yang lebih responsif, nyaman, dan berkesan.

Rivan menambahkan bahwa peringatan HUT ke-48 menjadi momentum refleksi dan penguatan semangat perusahaan untuk terus memperkokoh perilaku layanan yang melayani sepenuh hati. Menurutnya, pendekatan budaya layanan akan mempertegas peran Jasa Marga sebagai penggerak konektivitas nasional yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Apresiasi kepada Roadster dan Capaian Selama Setahun Terakhir

Di balik ambisi transformasi tersebut, Jasa Marga juga memberikan apresiasi kepada seluruh insan yang disebutnya sebagai “Roadster Jasa Marga”. Menurut Rivan, dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme para Roadster telah menjadi fondasi kuat dalam menjaga kepercayaan publik terhadap perusahaan serta memperkuat reputasi Jasa Marga. Mereka dianggap punya peran penting dalam meraih berbagai pencapaian positif selama setahun terakhir.

Capaian­capaian itu meliputi implementasi inovasi layanan digital, peningkatan kualitas layanan operasional, penguatan tata kelola perusahaan melalui praktik Good Corporate Governance, serta konsistensi komitmen terhadap prinsip keberlanjutan yang mengacu pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal ini dinilai semakin penting dalam menghadapi tantangan bisnis di era digital yang terus berkembang.

Pengembangan Budaya Kerja JSMR MOVE untuk Dukung Transformasi

Untuk mendukung arah transformasi baru, Jasa Marga juga memperkuat budaya kerja internal melalui program yang dinamakan JSMR MOVE. Budaya kerja ini memuat nilai-nilai Modern, Optimistic, Valuable, dan Excellent yang dirancang untuk menyesuaikan karakter Roadster Jasa Marga dengan arah strategis perusahaan serta tantangan industri di masa depan.

Program ini juga mencakup pengembangan kompetensi yang lebih komprehensif, peningkatan literasi digital di kalangan karyawan, serta standar praktik layanan yang konsisten di seluruh titik operasional.

Dengan penguatan budaya kerja yang baru, diharapkan setiap insan perusahaan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi, kebutuhan pelanggan, dan tantangan pasar, sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap kualitas layanan di seluruh jaringan jalan tol yang dikelola.

Pemanfaatan Teknologi untuk Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik

Salah satu wujud konkret transformasi budaya layanan adalah pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital dalam operasional jalan tol. Jasa Marga terus mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), yang berperan sebagai pusat kendali lalu lintas berbasis Intelligent Transportation System (ITS). 

MTC disebut sebagai “mata” jaringan tol yang mengumpulkan data dari ribuan perangkat pemantauan seperti CCTV, sistem manajemen insiden, sensor GPS, dan informasi dinamis lainnya untuk memantau serta mengatur kondisi lalu lintas secara real time.

Informasi yang diolah oleh JMTC kemudian disampaikan kepada pengguna jalan melalui aplikasi digital bernama Travoy. Aplikasi ini berfungsi sebagai asisten digital perjalanan dengan berbagai fitur penting seperti informasi lalu lintas secara real time, estimasi waktu tempuh, pilihan rute, tarif tol, resi digital transaksi tol, lokasi rest area, serta akses bantuan darurat. Fitur­fitur ini dihadirkan untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan yang lebih efisien dan aman.

Peningkatan Fasilitas Rest Area yang Berstandar

Selain layanan digital, transformasi budaya layanan juga mencakup peningkatan fasilitas fisik bagi pengguna jalan. Jasa Marga terus menyempurnakan kualitas rest area melalui konsep Travoy Rest yang dirancang agar lebih nyaman dan berstandar tinggi. Penyempurnaan fasilitas ini tidak hanya berfokus pada kenyamanan semata, tetapi juga pada aspek keberlanjutan. Upaya itu termasuk penataan ruang terbuka hijau, pengelolaan lanskap yang baik, serta penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu.

Dengan menghadirkan rest area yang lebih ramah lingkungan dan nyaman, perusahaan berharap pengguna jalan tidak hanya merasa aman dan nyaman selama perjalanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna dan berkesan.

Komitmen pada Visi Indonesia Maju 2045

Memasuki usia ke-48, Jasa Marga menegaskan kembali komitmennya untuk terus mempercepat proses transformasi, memperkuat nilai dan budaya perusahaan, serta meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan di seluruh jaringan operasionalnya. Semangat “Melayani Sepenuh Hati” dijadikan pegangan dalam setiap langkah perubahan, dengan keyakinan bahwa transformasi budaya layanan akan membawa perusahaan lebih dekat dengan visinya dalam pembangunan infrastruktur nasional yang mendukung Indonesia Maju 2045.

Terkini