JAKARTA - Ketertarikan konsumen terhadap produk makanan beku atau frozen food makin nyata terlihat pada awal tahun ini. PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melalui layanan KALOG Express mencatat lonjakan volume pengiriman yang signifikan — sebuah cerminan pergantian perilaku konsumsi dan kebutuhan logistik di Indonesia. Apa yang semula menjadi pilihan pelengkap kini berubah menjadi bagian penting dalam rantai distribusi makanan modern.
Perubahan Pola Konsumsi dan Lonjakan Volume Pengiriman
Permintaan terhadap makanan beku seperti daging olahan, sayuran dan bahan makanan lain mengalami pertumbuhan pesat. Di sepanjang Januari 2026, KAI Logistik mencatat volume pengiriman frozen food meningkat 32% bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dari 40.850 kg menjadi 53.809 kg. Angka ini menunjukkan bahwa layanan KALOG Express terus menjadi pilihan bagi pelanggan yang mengandalkan kecepatan dan keandalan distribusi.
Manager Marketing and Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, menegaskan bahwa tren ini sekaligus menunjukkan bahwa frozen food kini bukan sekadar kebutuhan sampingan — melainkan bagian esensial dari konsumsi masyarakat urban dan pelaku usaha. Pertumbuhan yang dialami di awal tahun ini mengikuti tren sepanjang 2025, yang mencatat total pengiriman frozen food mencapai 582.134 kg.
Faktor utama di balik kenaikan ini tidak terlepas dari gaya hidup modern yang menuntut kepraktisan, kemudahan penyimpanan, dan kualitas makanan yang tetap terjaga meskipun disimpan dalam waktu lebih lama. Dengan aktivitas yang semakin padat, konsumen cenderung memilih produk yang praktis namun tetap higienis — salah satunya frozen food.
Peran UMKM dan Kepastian Layanan Logistik Kereta Api
KAI Logistik juga mengamati bahwa peningkatan pengiriman frozen food tak hanya berasal dari konsumen individual, tetapi juga dari pelaku UMKM yang semakin giat memproduksi dan mendistribusikan makanan beku. Hal ini memberi sinyal bahwa segmen usaha kecil dan menengah ikut mendorong pertumbuhan permintaan logistik berbasis distribusi makanan.
“KAI Logistik mampu memberikan kepastian waktu pengiriman melalui moda kereta api yang memiliki jadwal tetap dan SLA waktu yang pasti. Hal ini membantu pelaku usaha maupun konsumen dapat memperkirakan ketahanan produk hingga sampai di lokasi tujuan,” ujar Ayi. Pernyataan ini mempertegas posisi KAI Logistik sebagai salah satu pilar penting dalam jaringan logistik makanan beku nasional.
Dengan jadwal yang lebih teratur dibandingkan moda darat yang sering terpengaruh oleh kemacetan atau cuaca, kereta api memberikan value proposition yang kuat untuk para pelaku usaha yang membutuhkan kepastian waktu dan ketahanan suhu produk.
Tantangan Distribusi dan Solusi Pengemasan
Meski pertumbuhan volume pengiriman mencatat angka positif, KAI Logistik mengakui adanya tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas frozen food selama perjalanan. Saat ini, gerbong kereta api untuk pengiriman barang ritel belum sepenuhnya dilengkapi fasilitas cold storage, yang berarti komoditas beku harus tetap dijaga melalui standar pengemasan yang tepat.
Sebagai solusi, pihak logistik mendorong para pengirim — baik konsumen umum maupun UMKM — untuk menerapkan teknik pengemasan yang menjaga kestabilan suhu produk. Rekomendasi yang diutarakan termasuk:
Penggunaan vacuum packaging untuk menghindari oksidasi.
Pelapisan dengan styrofoam box dan bubble wrap untuk isolasi termal tambahan.
Penambahan figure pendingin seperti ice gel pack atau dry ice untuk menjaga suhu tetap rendah.
Upaya ini dinilai penting agar mutu produk tetap terjaga dari titik pengiriman hingga sampai di lokasi tujuan tanpa degradasi kualitas yang berarti.
Prospek Fasilitas Cold Chain dan Integrasi Layanan
Melihat pertumbuhan permintaan yang terus berlanjut, KAI Logistik menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan fasilitas cold chain di masa mendatang. Pengembangan ini akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapabilitas layanan, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen dan pelaku usaha UMKM yang semakin intens memanfaatkan layanan distribusi makanan beku.
Rencana tersebut bisa menjadi game changer bagi industri logistik nasional, terutama di segmen makanan beku — karena keberadaan cold chain yang lengkap dapat memastikan stabilitas suhu dan kualitas produk dari awal distribusi hingga akhir.
Dengan memadukan moda kereta api yang andal, praktik pengemasan yang baik, serta kemungkinan investasi fasilitas rantai dingin yang lebih mutakhir, KAI Logistik memposisikan diri sebagai bagian penting dari ekosistem distribusi makanan Indonesia, yang bergerak selaras dengan tren konsumsi modern di masyarakat.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Pertumbuhan pengiriman frozen food sebesar 32% menandai perubahan signifikan dalam cara masyarakat dan pelaku UMKM memandang makanan beku. Hal ini memunculkan tantangan baru dalam pengemasan dan pengiriman, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan fasilitas logistik yang lebih canggih.
Melalui layanan KALOG Express, KAI Logistik tidak hanya menjadi saluran distribusi, tetapi juga pendukung pertumbuhan ekonomi mikro, mendekatkan UMKM ke konsumen di seluruh Indonesia. Melihat tren ini terus berkembang, masa depan logistik makanan beku tampak terus bergerak menuju peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.