TAKJIL BUKA PUASA

Dokter Bagikan 5 Pilihan Takjil Sehat untuk Energi Optimal Saat Buka Puasa Ramadan 2026

Dokter Bagikan 5 Pilihan Takjil Sehat untuk Energi Optimal Saat Buka Puasa Ramadan 2026
Dokter Bagikan 5 Pilihan Takjil Sehat untuk Energi Optimal Saat Buka Puasa Ramadan 2026

JAKARTA - Menentukan takjil yang tepat saat berbuka puasa menjadi perhatian banyak orang sepanjang bulan Ramadan 2026. Kebiasaan umum memilih makanan manis dan tinggi lemak justru kerap membuat tubuh cepat lemas setelah berbuka, padahal yang dibutuhkan adalah nutrisi yang dapat mengembalikan energi secara bertahap serta menjaga keseimbangan gizi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Baru-baru ini dr. Dion Haryadi, seorang dokter yang aktif membagikan edukasi gizi dan tips kebugaran melalui Instagram, mengungkapkan lima jenis takjil sehat yang direkomendasikan untuk buka puasa tanpa rasa bersalah.

Dalam pemaparan dr. Dion, pilihan takjil sehat bukan hanya soal rasa tetapi juga soal fungsi tubuh. Takjil sehat bisa membantu pemulihan cairan, memberikan nutrisi penting, serta membantu stabilisasi gula darah setelah berpuasa antara 12 hingga 14 jam. Berikut ini penjelasan masing-masing rekomendasi dokter yang bisa menjadi panduan untuk berbuka puasa yang lebih bugar dan seimbang.

Buah-Buahan Segar: Energi Alami yang Mudah Diserap

Buah-buahan segar menjadi rekomendasi utama karena kombinasi kandungan air, gula sederhana alami, dan serat yang tinggi. Menurut dr. Dion, buah seperti semangka, melon, pepaya, buah naga, dan pir sangat mudah dicerna sehingga tidak membebani lambung yang kosong setelah berpuasa. Gula alami berupa fruktosa pada buah dapat membantu menaikkan kadar gula darah secara bertahap tanpa lonjakan berlebihan seperti yang sering terjadi saat mengonsumsi makanan tinggi gula rafinasi.

Buah segar juga membantu tubuh terhidrasi dengan baik karena sebagian besar buah mengandung air dalam jumlah besar. Ini menjadi keuntungan tersendiri karena tubuh kehilangan banyak cairan selama berpuasa. Selain itu, serat dalam buah membantu pencernaan agar tetap berjalan lancar. Buah yang dikonsumsi bisa dipadukan atau disajikan sendiri sebagai takjil pertama saat mendengar adzan Magrib.

Air Kelapa: Elektrolit Alami untuk Rehidrasi

Pilihan takjil berikutnya yang direkomendasikan adalah air kelapa. Minuman ini bukan hanya segar tetapi juga mengandung elektrolit dan mineral penting seperti kalium dan magnesium yang berperan besar dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kandungan gula alami dalam air kelapa pun tidak terlalu tinggi sehingga membantu mengembalikan energi tanpa memicu lonjakan gula darah yang drastis.

Menurut dr. Dion, air kelapa juga cocok dikonsumsi oleh mereka yang aktif, terutama jika berencana berolahraga setelah buka puasa. Karena tubuh kehilangan cairan dan mineral selama seharian tidak minum, air kelapa bisa menjadi pilihan minuman yang efektif menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat.

Yogurt dan Susu: Sumber Protein dan Nutrisi Seimbang

Pilihan takjil sehat selanjutnya adalah yogurt dan susu rendah gula. Kedua minuman ini mengandung protein serta zat gizi penting lainnya yang membantu memperpanjang rasa kenyang sekaligus menjaga kestabilan energi setelah berbuka puasa. Protein dalam yogurt atau susu membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga massa otot, terutama jika Anda berencana melakukan aktivitas fisik setelah buka.

Dr. Dion menekankan pentingnya memilih yogurt rendah gula – bukan varian dengan tambahan pemanis tinggi – untuk mengontrol asupan gula darah. Susu pun sebaiknya dipilih yang rendah lemak atau skim untuk mengurangi kalori berlebih, namun tetap memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kombinasi yogurt atau susu dengan buah segar juga bisa menjadi takjil sederhana namun penuh nutrisi.

Whey Protein: Takjil Cepat dan Praktis

Whey protein menjadi rekomendasi berikutnya karena kandungan proteinnya yang tinggi dan sifatnya yang praktis. Dr. Dion menjelaskan bahwa satu serving whey protein biasanya mengandung sekitar 20 gram protein yang bisa membantu memenuhi kebutuhan harian seseorang, terutama di saat pola makan berubah seperti saat Ramadan.

Whey protein mudah dikombinasikan dengan berbagai jenis cairan seperti air kelapa atau susu, sehingga bisa memberikan manfaat ganda berupa hidrasi dan asupan protein sekaligus. Bagi mereka yang tidak mengonsumsi produk susu, tersedia pula alternatif bubuk protein berbasis nabati yang bisa dipilih. Asupan protein yang cukup saat berbuka sangat penting untuk menjaga massa otot dan membantu pemulihan tubuh setelah seharian berpuasa.

Kurma: Pilihan Sunnah dengan Energi Instan

Kurma merupakan takjil paling populer dan juga mendapat rekomendasi dari dr. Dion karena kandungan gula alaminya yang mampu mengembalikan energi dengan cepat. Selain itu, kurma mengandung serat serta sejumlah mikronutrien yang bermanfaat bagi tubuh.

Menurut dr. Dion, konsumsi kurma dalam jumlah wajar dapat membantu menahan rasa lapar sehingga tidak makan berlebihan ketika menyantap hidangan utama setelah berbuka. Ini sangat berguna terutama jika Anda berencana berlatih atau melakukan aktivitas fisik ringan beberapa saat setelah berbuka. “Buat kamu yang mau latihan atau olahraga setelah berbuka puasa tapi waktunya mepet, misalnya cuma punya 15-30 menit sebelum kamu harus latihan, bisa makan kurma. Karena kurma ini juga bisa bantu kasih kamu energi tanpa bikin begah,” pungkas dr. Dion.

Dengan memahami pilihan takjil sehat ini, Anda bisa membuat keputusan yang lebih bijak dalam menyusun menu berbuka puasa sepanjang Ramadan 2026. Pilihan yang seimbang antara buah segar, cairan alami, sumber protein, dan energi cepat seperti kurma dapat membantu tubuh tetap bugar – sehingga ibadah dan aktivitas Anda setelah berbuka menjadi lebih optimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index