SDM

ABB Tegaskan SDM Jadi Investasi Utama Pengembangan Teknologi Otomatisasi Industri Nasional

ABB Tegaskan SDM Jadi Investasi Utama Pengembangan Teknologi Otomatisasi Industri Nasional
ABB Tegaskan SDM Jadi Investasi Utama Pengembangan Teknologi Otomatisasi Industri Nasional

JAKARTA - Perusahaan teknologi internasional ABB menilai peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia merupakan investasi utama dalam pengembangan teknologi otomatisasi bagi industri dan transisi energi hijau.

Hal tersebut disampaikan Vice President Divisi Energy Industries ABB untuk Asia Tenggara Abhinav Harikumar dalam temu media di Jakarta pada 25 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa investasi perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas tenaga kerja yang akan menjalankan teknologi tersebut.

“Terkait dengan otomatisasi, investasi yang ditanamkan oleh ABB antara lain pada SDM. Tentunya dengan harapan agar dapat meningkatkan kualitas layanan yang disediakan bagi para pelaku industri,” kata Vice President Divisi Energy Industries ABB untuk Asia Tenggara Abhinav Harikumar di Jakarta, Rabu (25/2) malam.

Pentingnya Penguatan Kompetensi SDM

Menurut Harikumar, peningkatan kompetensi sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara terpisah dari ekosistem industri. Dibutuhkan kerja sama antara perusahaan teknologi, pelaku industri, pemerintah, dan lembaga pendidikan agar pengembangan teknologi otomatisasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kita sangat terbuka untuk kolaborasi dengan pemain industri. Karena pada akhirnya, jika kita bicara tentang otomatisasi atau transisi energi, kita tidak bisa bekerja sendirian. Ini harus dilakukan oleh semua pemain industri,” ujar dia.

Ia menekankan bahwa otomatisasi industri dan transisi energi hijau merupakan proses besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tanpa kolaborasi yang kuat, pengembangan teknologi akan berjalan lebih lambat dan tidak optimal.

Investasi Tidak Hanya Berupa Pabrik

Harikumar menjelaskan bahwa konsep investasi saat ini telah berkembang lebih luas dibandingkan sebelumnya. Investasi tidak hanya berarti membangun pabrik atau fasilitas produksi baru, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan manusia dan penguatan ekosistem industri.

“Investasi, tentu ada berbagai macam wujud dari investasi tersebut. Seperti misalnya pendirian pabrik dan lainnya. Untuk ABB sendiri, kami kebetulan sudah punya usaha patungan atau joint venture. Kami juga melibatkan pabrik yang sudah saat ini memproduksi berbagai peralatan, tapi memang bukan berfokus pada otomatisasi,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan usaha patungan serta fasilitas produksi yang telah berjalan menjadi bagian dari strategi ABB dalam memperkuat kehadiran industri teknologi di Indonesia.

Perlindungan Data dan Modernisasi Infrastruktur

Selain pengembangan SDM, ABB juga menyoroti pentingnya perlindungan keamanan data dalam implementasi teknologi otomatisasi. Keamanan data dinilai menjadi komponen fundamental yang harus diperhatikan dalam setiap proyek teknologi industri.

“Ini juga (melalui) meningkatkan perlindungan keamanan, dan juga modernisasi infrastruktur pun akan turut membantu mengelola risiko investasi,” kata dia.

Modernisasi infrastruktur dan sistem keamanan dinilai dapat membantu perusahaan meminimalkan risiko serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap pengembangan teknologi di Indonesia.

Kolaborasi untuk Mitigasi Risiko Investasi

Harikumar kembali menegaskan bahwa strategi mitigasi risiko dalam investasi teknologi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan keberhasilan pengembangan teknologi otomatisasi dan transisi energi.

“Tentunya strategi mitigasi ini tidak akan bisa dijalankan oleh satu pihak saja. Dalam hal ini, ABB misalnya dapat menyediakan teknologi global untuk pasar lokal seperti Indonesia. Dan pada saat yang sama, ABB juga akan menjalin kerja sama dengan akademisi, pemerintah, dan sebagainya,” ujar Harikumar.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, ABB berharap pengembangan teknologi otomatisasi di Indonesia dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi sektor industri nasional. Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan energi masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index