JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, cara masyarakat mengelola keuangan mulai mengalami perubahan signifikan.
Model rekening tunggal yang sebelumnya menjadi standar kini mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, masyarakat produktif, khususnya generasi muda, semakin akrab dengan konsep pengelolaan dana berbasis tujuan. Perubahan ini dipicu oleh kebutuhan finansial yang kompleks, mulai dari pengeluaran harian hingga investasi jangka panjang.
Penggunaan rekening tunggal menghadapi keterbatasan, karena seluruh dana berada dalam satu wadah. Ketika muncul kebutuhan mendadak, evaluasi keuangan menjadi kurang optimal dan pengambilan keputusan finansial cenderung reaktif.
Kondisi inilah yang mendorong lahirnya pendekatan pengelolaan keuangan berbasis tujuan atau goal-based finance. Pendekatan ini memisahkan uang ke dalam alokasi yang jelas sesuai tujuan, sehingga mempermudah pemantauan, menjaga disiplin anggaran, dan memberikan kontrol lebih baik atas penggunaan dana.
Bank Digital dan Fitur Kantong
Seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang lebih rapi, sejumlah bank digital dan konvensional di Indonesia menghadirkan fitur kantong atau pocket sebagai solusi.
Bank Jago menjadi pelopor dengan meluncurkan inovasi ini pada April 2021, diikuti oleh BCA Digital (blu), Bank Saqu, Krom, dan Superbank.
Masing-masing bank menawarkan diferensiasi fitur dan imbal hasil. Ada kantong untuk transaksi harian dengan bunga rendah, tabungan dan kantong bersama dengan bunga menengah, hingga kantong deposito dengan bunga lebih tinggi.
Variasi ini mencerminkan strategi bank dalam menjawab kebutuhan nasabah yang beragam. Dengan demikian, kantong bukan sekadar tempat menyimpan uang, tetapi instrumen pengelolaan finansial yang fleksibel, personal, dan berorientasi tujuan.
Tingkat Kematangan Fitur dan Integrasi Digital
Meskipun konsepnya sama, tingkat kematangan fitur kantong di tiap bank berbeda. Beberapa bank digital hanya menawarkan pencatatan saldo manual atau alokasi dana sederhana. Sementara yang lain, seperti Bank Jago, mampu menyediakan kantong dengan fungsi lengkap, personalisasi tampilan, serta integrasi dengan aplikasi digital lain.
Di Aplikasi Jago, kantong bisa digunakan untuk transaksi harian, tabungan, hingga investasi. Bank ini juga menyediakan Kantong Bersama yang memungkinkan pengelolaan dana kolaboratif dengan keluarga, kerabat, atau teman, sehingga transparansi, keterukuran, dan kemudahan koordinasi meningkat.
“Kantong di Aplikasi Jago bukan sekadar fitur, tapi sudah menjadi cara hidup nasabah dalam mengatur keuangan mereka,” ujar Fikri Tegar Devaas Sulistiyaji, Head of Customer Research & Experience Bank Jago.
Kantong membantu pengguna memahami struktur keuangan secara menyeluruh, bukan hanya melihat saldo akhir. Konsep ini mendorong kebiasaan baru dalam pengelolaan uang digital, di mana dana tidak tercampur, dan setiap tujuan memiliki ruang terpisah.
Dampak Positif pada Investasi dan Literasi Finansial
Hingga akhir 2025, hampir 40 juta Kantong telah dibuat di Aplikasi Jago, dengan rata-rata 9,5 juta Kantong baru tercipta setiap tahun. Pertumbuhan Kantong Bersama mencapai 87% per tahun, mayoritas digunakan oleh generasi Z dan milenial berusia 20–34 tahun.
Kantong Arisan menjadi salah satu yang paling populer, dengan iuran terjadwal dan sistem kocok otomatis yang meningkat 69% sepanjang 2025.
Dengan Kantong khusus, investasi tidak lagi dilakukan dari sisa dana, tetapi dari alokasi yang sudah ditentukan sejak awal. Fitur ini dapat dihubungkan dengan platform mitra, seperti Bibit dan Stockbit, sehingga dana bisa langsung diinvestasikan secara disiplin dan efisien.
Yusuf Aria Putera, Digital Product Lead Bank Jago, menyatakan bahwa lebih dari 3 juta pengguna terhubung ke aplikasi investasi tersebut, meningkat 38% dibanding tahun sebelumnya.
Hasilnya, generasi produktif mulai melek investasi. Theo Derick, entrepreneur dan content creator, menegaskan, “Investasi bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling konsisten.
Promo boleh, FOMO jangan.” Pendekatan ini membantu nasabah menyusun strategi jangka panjang dan pengambilan keputusan finansial yang lebih matang.
Pergeseran Peran Bank dalam Mengelola Keuangan
Pemanfaatan kantong berbasis tujuan membawa perubahan besar dalam manajemen keuangan rumah tangga. Struktur keuangan yang rapi memungkinkan evaluasi kondisi finansial secara objektif, perencanaan jangka panjang, dan pengelolaan risiko lebih terukur.
Bank bukan lagi hanya tempat menyimpan uang, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mendukung efisiensi dan perencanaan finansial berkelanjutan.
Dengan fitur kantong, individu dapat menyesuaikan pengeluaran harian, tabungan, hingga investasi secara sistematis.
Bank digital, melalui inovasi ini, berperan penting dalam meningkatkan literasi finansial, disiplin anggaran, dan kesadaran akan pentingnya alokasi dana berbasis tujuan.
Praktik ini diharapkan dapat menjadi standar baru dalam pengelolaan keuangan masyarakat modern, khususnya generasi muda yang terbiasa dengan ekosistem digital.