KEMENAG

Kemenag Blitar Siapkan Dua Titik Rukyatul Hilal untuk Penentuan Awal Ramadan 2026

Kemenag Blitar Siapkan Dua Titik Rukyatul Hilal untuk Penentuan Awal Ramadan 2026
Kemenag Blitar Siapkan Dua Titik Rukyatul Hilal untuk Penentuan Awal Ramadan 2026

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar tengah mematangkan persiapan pelaksanaan rukyatul hilal menjelang datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriah yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026. Kali ini, Kemenag menyiapkan dua lokasi pemantauan berbeda agar proses pengamatan bulan sabit berjalan lebih maksimal dan sesuai kriteria teknis falakiah.

Lokasi Utama: Bukit Banjarsari Menjadi Pilihan Awal

Kepala Seksi Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Munim Sufuwi, menegaskan bahwa Bukit Banjarsari di Desa Banjarsari, Kecamatan Wonotirto menjadi lokasi pertama yang dipersiapkan untuk rukyatul hilal. Bukit ini dinilai memenuhi syarat sebagai titik observasi karena letaknya yang tinggi dan memiliki pandangan luas menuju ufuk barat serta berada dekat dengan pesisir selatan. Hal itu memungkinkan tim pengamatan memiliki peluang lebih besar melihat hilal (bulan sabit) saat langit cerah pada petang hari pelaksanaan rukyat.

Bukit Banjarsari juga dikenal sebagai lokasi rutin pemantauan hilal dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan titik ini menjadi strategi Kemenag untuk mempertahankan kualitas pengamatan serta meminimalkan kendala teknis seperti gangguan atmosfer atau halangan di cakrawala.

Alternatif Kedua: Lantai Atas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Selain Bukit Banjarsari, Kemenag juga menyiapkan lokasi kedua di atas gedung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, tepatnya di bagian rooftop atau lantai teratas Gedung Graha Pandawa. Gedung delapan lantai yang baru diresmikan pada 2025 ini dipilih karena menjadi salah satu titik tertinggi di wilayah Kabupaten Blitar, yang dinilai representatif untuk pengamatan astronomi.

Dengan dukungan titik kedua ini, Munim mengatakan pihaknya siap membentuk dua tim rukyatul hilal apabila kondisi cuaca di salah satu lokasi tidak mendukung pengamatan. “Rukyatul hilal tetap dilaksanakan. Kami menyiapkan dua titik yang dinilai layak sebagai lokasi pengamatan,” ujarnya saat konferensi pers, Senin (09 Februari 2026).

Teknis Pelaksanaan dan Pendampingan Instansi Terkait

Pelaksanaan rukyatul hilal ini akan melibatkan tim dari Kemenag sendiri, tokoh agama, serta organisasi masyarakat Islam setempat untuk memberikan saksi yang sah secara syariat. Selain itu, alat-alat bantu seperti teropong dan instrumen pengamatan lainnya akan disiapkan untuk memastikan bahwa pandangan terhadap hilal melalui kedua titik lokasi tersebut seoptimal mungkin.

Tim pemantau akan bekerja sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada 17 Februari 2026 petang, saat hilal diperkirakan berada di posisi yang bisa disaksikan dari permukaan bumi jika kondisi cuaca cerah. Hasil pengamatan dari kedua titik akan dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur sebagai bahan pertimbangan dalam rapat penetapan awal Ramadan di tingkat provinsi.

Upaya Mengantisipasi Tantangan Cuaca dan Atmosfer

Pemilihan dua lokasi berbeda mencerminkan upaya Kemenag Kabupaten Blitar dalam mengantisipasi kendala teknis seperti cuaca mendung, kabut, atau gangguan astronomis lain yang kerap menjadi tantangan dalam pengamatan hilal. Dengan memanfaatkan satu titik di dataran tinggi dan satu titik di gedung tinggi, diharapkan salah satu tempat tetap bisa memberikan peluang terbaik untuk melihat hilal, meskipun yang lain mengalami gangguan.

Hal ini sekaligus menjadi langkah Kemenag dalam menjamin bahwa proses rukyatul hilal tidak hanya bergantung pada satu lokasi semata, sehingga hasilnya bisa lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syariat ketika pelaksanaan sidang isbat penetapan awal Ramadan dilakukan.

Koordinasi dengan Pemerintah dan Ormas Islam

Munim menambahkan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal juga melibatkan komunikasi dan koordinasi dengan instansi lain serta organisasi keagamaan, termasuk lembaga pendidikan dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung proses pengamatan hilal. Setelah observasi selesai, data yang terkumpul dari kedua lokasi itu akan dibahas dalam forum resmi bersama pihak terkait di tingkat provinsi maupun nasional.

Dengan langkah ini, Kemenag Blitar berharap pelaksanaan rukyatul hilal tahun ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang bisa digunakan sebagai acuan resmi penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Penutup dan Harapan Masyarakat

Seiring dengan persiapan dua lokasi tersebut, masyarakat di Kabupaten Blitar diminta tetap mengikuti informasi resmi dari Kemenag dan pemerintah terkait penetapan awal puasa. Hasil observasi hilal yang dilakukan melalui kedua titik ini nantinya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam sidang isbat yang akan menentukan kapan umat Islam memulai ibadah puasa Ramadan 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index