JAKARTA - Keberhasilan PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 dalam menembus angka produksi minyak harian 27.642 barel per hari (BOPD) sepanjang tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa strategi optimalisasi, inovasi teknologi, serta kerja kolaboratif lintas fungsi mampu menjaga performa sektor hulu migas nasional di tengah tantangan lapangan tua dan fluktuasi pasar energi global. Capaian ini tidak hanya memperkuat posisi Pertamina sebagai tulang punggung produksi migas nasional, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.
Kinerja Produksi Konsisten Dorong Ketahanan Energi Nasional
Pencapaian produksi minyak sebesar 27.642 BOPD oleh Pertamina EP Zona 4 sepanjang 2025 menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Angka ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola lapangan-lapangan migas yang sebagian besar tergolong mature field, yang secara alami mengalami penurunan produksi setiap tahunnya.
General Manager Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi terintegrasi yang menitikberatkan pada optimasi produksi, efisiensi operasional, serta kolaborasi lintas fungsi di seluruh lini kerja. Menurutnya, konsistensi kinerja ini menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan operasi dan keandalan suplai energi domestik.
Selain produksi minyak, Zona 4 juga mencatatkan produksi gas yang signifikan, memperkuat kontribusi terhadap bauran energi nasional. Kinerja positif ini tidak lepas dari disiplin dalam menjalankan program kerja, pemeliharaan fasilitas produksi, serta optimalisasi sumur-sumur eksisting.
Strategi Optimalisasi Lapangan Migas untuk Menjaga Produktivitas
Keberhasilan menembus produksi 27.642 BOPD tidak terjadi secara instan. Pertamina EP Zona 4 menerapkan berbagai strategi teknis dan operasional yang dirancang untuk memaksimalkan potensi lapangan migas. Salah satu pendekatan utama adalah optimalisasi baseline production melalui pemantauan kinerja sumur secara intensif dan penerapan teknologi produksi yang adaptif.
Program kerja ulang sumur (workover), reaktivasi sumur nonaktif, serta pengeboran pengembangan menjadi bagian integral dalam menjaga laju produksi tetap stabil. Melalui pendekatan ini, potensi cadangan yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat dioptimalkan, sehingga memberikan tambahan produksi signifikan.
Selain itu, perusahaan juga mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen reservoir untuk memastikan keseimbangan antara laju produksi dan keberlanjutan cadangan. Dengan demikian, produktivitas tidak hanya terjaga dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Inovasi operasional turut berperan penting, mulai dari penerapan metode pengeboran yang lebih efisien, penggunaan peralatan berteknologi tinggi, hingga penguatan aspek keselamatan kerja. Seluruh strategi tersebut dirancang agar kegiatan operasional berjalan optimal tanpa mengesampingkan aspek lingkungan dan sosial.
Kolaborasi Tim dan Inovasi Teknologi Jadi Kunci Keberhasilan
Di balik pencapaian produksi yang impresif, terdapat peran besar dari kolaborasi lintas fungsi serta dedikasi sumber daya manusia di lingkungan Pertamina EP Zona 4. Sinergi antara tim teknik, operasi, perencanaan, dan manajemen memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam menghadapi dinamika lapangan.
Penerapan teknologi digital dalam pemantauan produksi juga membantu meningkatkan akurasi data serta efektivitas pengendalian operasi. Melalui sistem pemantauan real-time, tim dapat segera mengidentifikasi potensi gangguan produksi dan mengambil langkah korektif sebelum berdampak signifikan.
Tidak hanya itu, budaya inovasi yang terus dikembangkan mendorong lahirnya berbagai terobosan teknis di lapangan. Inisiatif-inisiatif ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi biaya, menekan downtime produksi, serta memperpanjang umur ekonomis sumur.
Manajemen menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjalankan prinsip operasional unggul, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan secara seimbang.
Kontribusi Nyata bagi Target Produksi Migas Nasional
Produksi 27.642 BOPD dari Zona 4 memberikan kontribusi signifikan terhadap total produksi minyak nasional. Capaian ini sekaligus memperkuat peran Pertamina sebagai operator utama sektor hulu migas di Indonesia, yang mengelola sebagian besar lapangan migas domestik.
Kinerja positif Zona 4 menjadi modal penting dalam mendukung target pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak nasional. Di tengah tantangan penurunan alamiah produksi dan kebutuhan energi yang terus meningkat, capaian ini menunjukkan bahwa optimalisasi lapangan tua masih memiliki potensi besar bila dikelola dengan strategi yang tepat.
Ke depan, Pertamina EP Zona 4 berkomitmen untuk terus menjalankan program pengembangan lapangan, optimalisasi sumur, serta penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna menjaga keberlanjutan produksi. Upaya ini diharapkan tidak hanya mempertahankan kinerja positif, tetapi juga membuka peluang peningkatan produksi di masa mendatang.
Dengan sinergi antara inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan manajemen operasional yang adaptif, Pertamina EP Zona 4 optimistis dapat terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.