Di Semarang, Kantor Cabang Bank Berkurang 1,42% di Semester I 2026

Di Semarang, Kantor Cabang Bank Berkurang 1,42% di Semester I 2026

BULETINFINANSIAL.COM — Jumlah kantor bank umum di Indonesia berkurang 49 unit atau 1,42% sepanjang Januari hingga Juni 2026, dari 3.447 unit menjadi 3.398 unit. Penurunan ini berjalan seiring pergeseran fungsi cabang dari tempat transaksi rutin menjadi pusat layanan advisory dan interaksi bernilai tambah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kantor bank umum menyusut bertahap sepanjang paruh pertama 2026. Posisi Januari 2026 sebanyak 3.447 unit, lalu turun menjadi 3.407 unit pada Februari dan bertahan di level sama pada Maret.

Jaringan sempat kembali bertambah menjadi 3.418 unit pada April 2026. Setelah itu jumlahnya merosot ke 3.397 unit pada Mei dan naik tipis menjadi 3.398 unit pada Juni 2026.

Optimalisasi Jaringan, Bukan Pengurangan Jangkauan

Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menilai penurunan jumlah kantor cabang tidak otomatis berarti bank memangkas layanan kepada nasabah. Perbankan menata jaringan berdasarkan potensi ekonomi tiap wilayah.

Kantor yang kurang produktif atau berdekatan lokasinya bisa ditutup, digabung, atau direlokasi ke kawasan bisnis, permukiman baru, hingga daerah dengan penetrasi perbankan rendah.

"Dengan demikian, tren yang terjadi lebih tepat disebut optimalisasi jaringan: jumlah kantor secara industri menurun, tetapi pembukaan dan relokasi tetap dilakukan secara selektif pada pasar yang lebih potensial," ujar Arianto kepada Bisnis, Rabu (16/9/2026).

Beberapa bank tetap ekspansi di tengah tren industri yang mengecil. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membuka kantor baru dan merelokasi sejumlah cabang sepanjang 2025, lalu meresmikan tiga cabang baru pada 2026.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memperluas jaringan dengan membidik wilayah Indonesia Timur. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) dan sejumlah bank lain memilih relokasi ke lokasi yang dinilai lebih strategis.

Perilaku Nasabah Berubah, Fungsi Cabang Ikut Bergeser

Direktur Operations PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) Widya Permana mengatakan perkembangan teknologi mengubah cara nasabah mengakses layanan perbankan. Nasabah makin menginginkan kenyamanan bertransaksi, sehingga sebagian aktivitas bisa dialihkan ke kanal online dan digital.

"Secara perubahan perilaku nasabah, dengan hadirnya teknologi, teknologi juga berkembang dengan cepat, itu sudah tentu menjadi suatu keniscayaan," ujar Widya beberapa waktu lalu.

Maybank menyesuaikan format dan fungsi kantor berdasarkan kebutuhan nasabah, mulai dari cabang flagship, cabang medium, cabang besar, hingga cabang transaksional. Cabang tidak lagi sekadar tempat transaksi rutin, tetapi juga melayani kebutuhan yang menuntut interaksi langsung atau advisory.

"Peran cabang di sini lebih ke arah memberikan advisory, bagaimana memberikan suatu layanan yang bisa memberikan manfaat bagi nasabah," katanya.

Transaksi Tunai dan Warkat Masih Butuh Layanan Fisik

Widya menegaskan kantor fisik tetap diperlukan karena tidak semua transaksi bisa dilakukan secara digital. Setor tunai, tarik tunai, dan penukaran uang masih membutuhkan layanan tatap muka.

Transaksi berkaitan dengan warkat, giro, dan cek juga belum sepenuhnya bisa dipindahkan ke kanal online. "Tidak semua transaksi finansial itu bisa kita lakukan lewat online," ujarnya.

Maybank mengarahkan transaksi yang bisa didigitalkan melalui kanal masing-masing, yaitu M2U untuk nasabah individu dan M2E untuk nasabah badan usaha. Langkah ini memberi kemudahan tanpa nasabah harus datang ke kantor cabang.

Menurut Widya, jumlah cabang perbankan akan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah secara bertahap. Penurunannya dinilai tidak akan terlalu signifikan.

"Jumlah cabang hampir di semua landscape perbankan Indonesia, global, pasti akan menyesuaikan dengan itu [teknologi yang berkembang pesat]," ungkapnya.

BCA Kembangkan Konsep Cabang Digital

Perubahan fungsi cabang juga terlihat dari strategi BCA yang mengembangkan konsep cabang digital. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menilai kantor cabang masih punya peran penting dalam melayani nasabah.

Layanan digital belum sepenuhnya dapat menggantikan relasi antara nasabah dan BCA. Posisi cabang tetap dibutuhkan untuk menjaga kedekatan dengan nasabah di tengah perluasan kanal digital perseroan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index