IPC TPK Gandeng LAZISKU Salurkan Zakat Karyawan Secara Amanah

Rabu, 04 Maret 2026 | 16:06:56 WIB
IPC TPK Gandeng LAZISKU Salurkan Zakat Karyawan Secara Amanah

JAKARTA - Langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat karyawan kembali ditunjukkan oleh dunia korporasi. 

Di tengah kebutuhan akan pengelolaan dana umat yang semakin transparan dan akuntabel, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengambil inisiatif membangun kolaborasi dengan lembaga amil resmi. 

Upaya ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, tetapi menjadi bagian dari komitmen nyata untuk memastikan zakat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak luas bagi para mustahik.

Pusat Pembinaan Dakwah Islam (PPDI) PT IPC TPK menjalin kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Kemandirian Umat (LAZISKU) untuk menyalurkan zakat karyawan dan memastikan zakat dikelola oleh lembaga resmi yang berwenang. 

Kerja sama ini dirancang sebagai bentuk penguatan sistem distribusi zakat yang amanah, profesional, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat sinergi dalam pemberdayaan umat serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi para mustahik," kata Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko IPC TPK, Yanuar Eviyanto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa orientasi kolaborasi ini bukan hanya administratif, melainkan berfokus pada dampak sosial yang lebih besar. Harapannya, zakat yang dihimpun dari karyawan mampu menjangkau penerima manfaat secara lebih luas dan terukur.

Penyerahan zakat ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Yanuar Eviyanto dengan Direktur Eksekutif LAZISKU, As'ad Nugroho. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen kedua belah pihak dalam menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung prinsip transparansi.

Penyaluran ini merupakan bagian dari tanggung jawab dakwah sosial PPDI IPC TPK untuk menjamin dana zakat tersalurkan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Tanggung jawab tersebut mencerminkan keseriusan perusahaan dalam memadukan nilai spiritual dan sosial ke dalam praktik korporasi.

Komitmen Berkelanjutan dalam Pengelolaan Zakat

Ketua PPDI IPC TPK, Agus Fazri, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal yang akan berkelanjutan. "Ini bukan yang terakhir, tetapi yang pertama dan insyaallah akan terus berlanjut," ungkapnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kerja sama tersebut tidak bersifat sementara. Kolaborasi yang dibangun diharapkan menjadi fondasi jangka panjang dalam pengelolaan zakat karyawan secara kolektif dan terorganisir.

Keberlanjutan program menjadi aspek penting dalam memastikan manfaat zakat dapat dirasakan secara konsisten. Dengan pola kerja sama yang terstruktur, potensi zakat karyawan dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak sosial yang lebih signifikan.

Penguatan Literasi dan Edukasi Zakat

Selain penyaluran dana, PPDI IPC TPK juga mendorong LAZISKU untuk berkolaborasi dalam membangun literasi zakat bagi para anggota, mulai dari kajian rutin hingga pelatihan amil bagi pengurus PPDI.

Langkah ini menandakan bahwa kerja sama tidak hanya berorientasi pada distribusi dana, tetapi juga pada peningkatan pemahaman mengenai zakat. Literasi yang baik akan memperkuat kesadaran anggota terhadap kewajiban zakat serta pentingnya pengelolaan yang profesional dan sesuai syariat.

Melalui kajian rutin dan pelatihan amil, diharapkan pengurus PPDI memiliki kompetensi dalam memahami aspek fiqih zakat sekaligus tata kelola administrasinya. Dengan demikian, sistem pengumpulan dan penyaluran dapat berjalan semakin efektif dan terpercaya.

Transparansi dan Akuntabilitas Penyaluran

Direktur Eksekutif LAZISKU, As'ad Nugroho, menyambut baik kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa zakat akan dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab sesuai ketentuan asnaf.

"Ini merupakan amanah yang harus disalurkan sesuai asnaf zakat. Insyaallah akan segera kami distribusikan dalam bulan Ramadan ini," kata As'ad.

Penegasan ini menjadi jaminan bahwa dana yang dihimpun akan disalurkan kepada kelompok penerima yang berhak sesuai ketentuan syariat. Momentum Ramadan dipilih sebagai waktu distribusi karena bulan tersebut identik dengan peningkatan kepedulian sosial dan semangat berbagi.

Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat di sekitar lingkungan operasional PT IPC TPK. Harapan tersebut mencerminkan kepedulian terhadap komunitas yang berada di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Sebagai informasi, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) adalah anak usaha dari PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang berfokus pada operasional terminal peti kemas di Indonesia bagian barat. 

Perusahaan ini merupakan bagian dari ekosistem BUMN Pelindo dan mengelola layanan bongkar muat peti kemas yang terintegrasi di berbagai pelabuhan strategis.

Peran IPC TPK dalam mendukung arus logistik nasional menjadikannya salah satu entitas penting dalam rantai distribusi barang. Namun di luar fungsi bisnis tersebut, perusahaan juga menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari operasionalnya.

Kerja sama dengan LAZISKU memperlihatkan komitmen IPC TPK dalam memastikan dana zakat karyawan dikelola oleh lembaga yang memiliki kewenangan resmi. Dengan sistem yang terstruktur dan akuntabel, kepercayaan terhadap pengelolaan zakat dapat terus terjaga.

Kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan program pemberdayaan umat di masa mendatang. Tidak hanya sebatas bantuan konsumtif, zakat berpotensi diarahkan pada program yang bersifat produktif dan berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, IPC TPK menunjukkan bahwa nilai-nilai dakwah sosial dapat berjalan beriringan dengan profesionalisme korporasi. Zakat karyawan yang terkelola dengan baik diharapkan menjadi instrumen pemberdayaan yang membawa manfaat nyata bagi mustahik dan masyarakat sekitar.

Terkini