Impor Jagung AS Disepakati, Petani Lokal Soroti Dampaknya dalam Perjanjian Dagang

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:39:40 WIB
Impor Jagung AS Disepakati, Petani Lokal Soroti Dampaknya dalam Perjanjian Dagang

JAKARTA - Pemerintah Indonesia resmi membuka akses impor jagung asal Amerika Serikat (AS) dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kebijakan ini merupakan bagian dari perjanjian dagang baru antara Indonesia dan AS yang diteken pada 19 Februari 2026.

Perjanjian ART itu bertujuan menurunkan tarif timbal balik dan memperkuat hubungan perdagangan kedua negara. Dalam kesepakatan tersebut ada ketentuan khusus terkait impor berbagai produk pertanian, termasuk jagung.

Kewajiban Impor Jagung AS untuk Industri Mamin

Dalam dokumen ART disebutkan bahwa Indonesia memberi akses impor jagung asal AS setiap tahun. Impor ini bukan untuk konsumsi umum. Akses ini khusus ditujukan untuk bahan baku industri makanan dan minuman.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan ketentuan itu mengatur volume tertentu tiap tahunnya. Pada 2025 kebutuhan impor jagung untuk industri diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta ton.

Haryo menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan menggangu produksi jagung domestik. Pemerintah menyatakan akses impor dijalankan dengan aturan spesifik sehingga produksi lokal tetap terlindungi.

Dasar Perjanjian ART dan Komitmen Pemerintah

Kesepakatan ART antara Indonesia dan AS merupakan hasil negosiasi bilateral yang intens. Pemerintah dua negara mengincar manfaat jangka panjang dari kerja sama perdagangan.

Salah satu fokus utama adalah menurunkan tarif dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar AS. Atas dasar itu, terdapat pembebasan tarif nol persen bagi banyak produk Indonesia, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah, karet, dan komponen elektronik.

Dalam perjanjian ini, Indonesia juga setuju membuka akses impor untuk produk pertanian tertentu dari AS. Komitmen itu mencakup jagung yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri domestik.

Pemerintah menyampaikan bahwa akses impor jagung ini perlu untuk memastikan pasokan bahan baku industri mamin tetap memadai. Industri tersebut menyumbang persentase besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Respons Petani dan Pelaku Industri

Keputusan membuka akses impor jagung AS memicu beragam reaksi dari pelaku usaha dan petani lokal. Beberapa pihak meragukan kebijakan ini karena potensinya menambah pasokan jagung luar negeri.

Beberapa kalangan petani jagung menyatakan kekhawatiran bahwa jagung impor bisa menggoyahkan harga jagung lokal. Mereka merasa pasar domestik bisa kebanjiran jagung dari AS jika tidak diatur ketat.

Namun pemerintah tetap menegaskan bahwa akses impor jagung tercatat hanya untuk kebutuhan industri tertentu. Pemerintah menilai bahwa spesifikasi jagung AS diperlukan untuk proses produksi makanan dan minuman tertentu yang tidak bisa dipenuhi oleh jagung lokal.

Tujuan Perdagangan Timbal Balik

Kesepakatan ART tidak hanya mengatur soal impor, tetapi juga tentang ekspor Indonesia ke Amerika Serikat. Dalam dokumen ART, banyak produk Indonesia mendapatkan fasilitas tarif nol persen supaya lebih kompetitif di pasar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan hal ini akan memberi manfaat besar bagi industri ekspor. Produk seperti minyak sawit dan komponen elektronik termasuk dalam daftar tersebut.

Pemerintah menilai bahwa kerja sama ini jangan hanya dilihat dari sisi impor saja. Akses pasar ekspor yang lebih luas dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri.

Strategi Pemerintah Menjaga Ketahanan Pangan

Pemerintah juga menegaskan bahwa akses impor jagung bukan berarti Indonesia menyerah pada ketergantungan asing. Pemerintah tetap fokus pada ketahanan pangan nasional.

Menurut penjelasan resmi, kebijakan impor jagung diatur dengan sangat spesifik agar tidak berdampak buruk pada petani lokal. Impor dilakukan hanya jika produksi domestik tidak bisa memenuhi kebutuhan industri tertentu.

Pemerintah juga menyatakan akan terus memantau implementasi kebijakan ini. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan jagung lokal tetap mempunyai ruang dan peluang di pasar domestik.

Potensi Dampak Jangka Panjang

Beberapa pengamat ekonomi menilai kebijakan tersebut bisa memberi sinyal penting. Indonesia kini lebih terbuka dalam kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Namun ada juga yang mengingatkan agar kebijakan ini jangan sampai merugikan sektor pertanian lokal. Pemerintah perlu memastikan bahwa impor jagung dilakukan secara tepat sasaran.

Jika langkah ini dikelola dengan baik, ada kemungkinan Indonesia bisa memanfaatkan peluang ekspor sekaligus menjaga kestabilan pasokan bahan baku industri.

Terkini