BRI Kejar Pertumbuhan KPR 17 Persen Lewat Strategi Ekspansi Agresif

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:14:23 WIB
BRI Kejar Pertumbuhan KPR 17 Persen Lewat Strategi Ekspansi Agresif

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus memperluas pijakan dalam bisnis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan target pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026. Pertumbuhan agresif ini mencerminkan optimisme bank pelat merah terhadap permintaan kredit properti di Indonesia, seiring dengan berbagai upaya internal untuk memperkuat layanan dan jaringan pasar.

BRI Tumbuhkan Bisnis KPR Lebih Cepat Dibanding Industri

Sepanjang 2025, BRI berhasil mencatat pertumbuhan outstanding KPR sebesar 13,1 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 66,3 triliun, jauh melampaui pertumbuhan industri KPR yang hanya sebesar 6,8 persen YoY. Selama periode tersebut, total KPR yang dicairkan mencapai Rp 16,14 triliun.

Iqbal Amanda, Pimpinan Cabang BRI Gading Serpong, menyatakan bahwa KPR akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi BRI ke depan. “Tahun ini, kami menargetkan new booking tumbuh 28 persen,” ungkapnya. Pernyataan ini disampaikan usai bank meraih penghargaan Best Mortgage Business Growth dari ajang Summarecon Award pada 13 Februari 2026.

Target Ambisius untuk 2026

BRI memproyeksikan outstanding KPR akan mencapai Rp 77,6 triliun di akhir 2026, yang berarti pertumbuhan dipatok sekitar 17 persen dari posisi 2025. Target ini menunjukkan keyakinan bank dalam memperkuat segmen pembiayaan properti di tengah persaingan sektor perbankan yang kian ketat.

Upaya untuk mencapai target ambisius tersebut bukan hanya sekadar angka, tetapi juga didukung oleh eksekusi strategi yang sistematis. BRI telah gencar memperluas kerja sama dengan pengembang properti besar atau tier 1 seperti Ciputra Group, Sinarmas Land, dan Summarecon. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas untuk distribusi produk KPR, sekaligus menarik minat segmen nasabah yang lebih besar.

Digitalisasi Proses dan Layanan yang Lebih Mudah

Selain perluasan pasar lewat kerja sama dengan pengembang, BRI juga menekankan pada digitalisasi proses kredit sebagai kunci meningkatkan daya saing. Digitalisasi ini bertujuan mempermudah proses pengajuan dan layanan kredit sehingga nasabah dapat menikmati pengalaman yang lebih cepat dan efisien.

Menurut sumber internal, digitalisasi proses kredit tidak hanya mempercepat waktu persetujuan tetapi juga mendukung pemberian layanan yang lebih kompetitif. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan KPR BRI karena semakin banyak nasabah yang memilih alur pengajuan kredit berbasis digital.

Fleksibilitas Produk dan Suku Bunga yang Kompetitif

BRI juga menyediakan berbagai skema suku bunga untuk KPR agar sesuai kebutuhan beragam segmen nasabah. Dari sisi bunga, bank ini menawarkan pilihan suku bunga yang bervariasi mulai dari fixed dan floating, fixed berjenjang, hingga fixed sepanjang tenor kredit.

Untuk saat ini, KPR dengan suku bunga termurah yang dipromosikan berada di kisaran 2,5 persen fixed selama satu tahun pertama, sedangkan suku bunga tetap sepanjang tenor ditawarkan mulai dari 8 persen. Sementara itu, suku bunga floating berada di kisaran 12–13 persen.

Pemberian tenor kredit yang fleksibel juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon debitur. BRI menawarkan tenor KPR hingga 25 tahun, memberikan ruang lebih luas bagi nasabah untuk menyesuaikan kemampuan pembayaran kredit jangka panjang.

Peran KPR dalam Memperkuat Kredit Konsumer

Keberhasilan BRI dalam menggairahkan bisnis KPR juga sejalan dengan pertumbuhan kredit konsumer secara keseluruhan. Hingga Agustus 2025, total kredit konsumer yang disalurkan oleh BRI mencapai Rp 216,26 triliun, tumbuh 10,65 persen YoY. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh performa KPR dan produk kredit konsumer unggulan lain seperti BRIguna.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa permintaan kredit konsumer tetap kuat, sekaligus menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pembiayaan BRI. Dalam konteks ini, KPR menjadi salah satu pilar utama yang membantu mendorong kinerja kredit konsumer secara keseluruhan.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Walaupun target pertumbuhan ini ambisius, BRI tampak optimistis dengan prospek ekonomi dan kebutuhan rumah tinggal yang terus meningkat. Dengan strategi memperkuat kerja sama dengan pengembang besar, memperluas digitalisasi layanan, memberikan fleksibilitas produk, serta suku bunga yang kompetitif, BRI berharap dapat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.

Namun, tantangan seperti persaingan ketat antarbank dalam segmen KPR dan sensitivitas suku bunga pasar tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai. Ke depannya, BRI harus memastikan strategi yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan pasar agar target tersebut dapat dicapai tanpa mengorbankan kualitas aset.

Secara keseluruhan, langkah ekspansi KPR ini menjadi bagian penting dari upaya BRI memperkuat portofolio kreditnya dan mempertahankan pertumbuhan kredit konsumer yang berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang terus berkembang.

Terkini