BTN Pertahankan Posisi Penyalur Terbesar, Pangsa Pasar KPR Nasional Capai 39 Persen

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:21:18 WIB
BTN Pertahankan Posisi Penyalur Terbesar, Pangsa Pasar KPR Nasional Capai 39 Persen

JAKARTA - Dominasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di sektor pembiayaan perumahan nasional kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Melalui kinerja yang konsisten sepanjang 2025, BTN tercatat menguasai hingga 39 persen pangsa pasar KPR nasional, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai bank utama dalam mendukung program perumahan rakyat. Capaian ini memperlihatkan betapa kuatnya ekosistem pembiayaan perumahan yang dibangun BTN selama puluhan tahun, terutama untuk segmen rumah subsidi dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Komitmen BTN Mengawal Program Perumahan Nasional

Keberhasilan BTN mempertahankan dominasi di pasar KPR tidak terlepas dari komitmen kuat perseroan dalam mendukung program perumahan nasional. Sepanjang 2025, BTN menjadi penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga 22 Desember 2025, total realisasi penyaluran BTN mencapai 128.608 unit rumah subsidi atau setara 46,7 persen dari total penyaluran nasional sebanyak 270.985 unit. Angka tersebut menempatkan BTN sebagai bank dengan kontribusi tertinggi di antara 39 bank penyalur KPR FLPP di Indonesia.

Data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat, penyaluran masif BTN melibatkan 8.058 pengembang dengan total 13.118 proyek perumahan yang tersebar di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota. Cakupan wilayah yang luas ini menunjukkan peran strategis BTN dalam memperluas akses kepemilikan rumah layak bagi masyarakat, sekaligus memperkuat roda perekonomian daerah.

Peran Anak Usaha dalam Memperluas Jangkauan

Tidak hanya mengandalkan lini konvensional, BTN juga memaksimalkan peran anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), dalam memperluas jangkauan pembiayaan perumahan. Saat masih berstatus sebagai Unit Usaha Syariah BTN Syariah, BSN mencatatkan realisasi penyaluran KPR FLPP sebesar 59.463 unit, menjadikannya penyalur terbesar kedua secara nasional.

Kontribusi signifikan dari BTN dan BSN secara total mencapai 188.071 unit hingga akhir Desember 2025. Sinergi ini memperlihatkan strategi menyeluruh BTN Group dalam menjangkau berbagai segmen masyarakat, baik melalui pembiayaan konvensional maupun berbasis syariah, guna memastikan akses perumahan yang inklusif.

Apresiasi Pemerintah dan Target 2026

Atas pencapaian tersebut, pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada BTN. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan penghargaan terhadap peran aktif BTN dalam mendukung target nasional pembangunan dan pembiayaan perumahan.

“Terima kasih Bapak, Ibu (manajemen bank-bank penyalur KPR Sejahtera FLPP) atas dukungannya. Semoga kita bisa bantu rakyat, karena perbankan merupakan ekosistem yang sangat penting,” ujar Maruarar dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan 43 Bank Penyalur KPR Sejahtera FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun 2026 di Kantor BP Tapera, Jakarta, Selasa (23 Desember 2025).

Dalam kesempatan tersebut, BTN menjadi salah satu dari 10 bank penyalur dengan realisasi tertinggi yang menandatangani perjanjian kerja sama untuk penyaluran FLPP pada 2026. Pemerintah sendiri menargetkan penyaluran KPR FLPP mencapai 350.000 unit pada 2026, seiring dengan program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan untuk menjawab backlog perumahan nasional.

Strategi Penguatan Ekosistem Perumahan

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menegaskan, perseroan berkomitmen mengoptimalkan penyaluran KPR FLPP pada 2026 dengan memperkuat kolaborasi bersama pemangku kepentingan. Menurutnya, BTN akan terus mendorong integrasi ekosistem perumahan, mulai dari sisi pembiayaan, pengembang, hingga dukungan kebijakan pemerintah.

“BTN berkomitmen untuk mengoptimalisasi penyaluran KPR FLPP pada 2026 seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan selama ini dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang diusung pemerintah,” kata Hirwandi pada 23 Desember 2025.

Penguatan ekosistem ini mencakup digitalisasi proses pengajuan KPR, peningkatan literasi keuangan masyarakat, serta perluasan jaringan kemitraan dengan pengembang di berbagai daerah. Langkah-langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses persetujuan kredit, serta menekan risiko pembiayaan.

Dampak Ekonomi dan Sosial yang Signifikan

Dominasi BTN dalam penyaluran KPR nasional tidak hanya berdampak pada sektor perbankan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian. Aktivitas pembangunan perumahan mendorong penyerapan tenaga kerja, meningkatkan permintaan bahan bangunan, serta menggerakkan sektor-sektor pendukung lainnya.

Selain itu, akses kepemilikan rumah yang lebih luas turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang layak menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga, stabilitas sosial, dan produktivitas ekonomi. Dalam konteks ini, peran BTN sebagai penggerak utama pembiayaan perumahan nasional memiliki nilai strategis jangka panjang.

Prospek Pasar KPR dan Tantangan ke Depan

Ke depan, pasar KPR nasional diproyeksikan tetap tumbuh seiring dengan tingginya kebutuhan hunian dan dukungan kebijakan pemerintah. Namun, tantangan tetap ada, mulai dari fluktuasi suku bunga, daya beli masyarakat, hingga ketersediaan lahan yang semakin terbatas di wilayah perkotaan.

BTN menyiapkan berbagai strategi mitigasi risiko, termasuk penguatan manajemen risiko kredit, diversifikasi produk pembiayaan, serta inovasi layanan digital. Dengan pendekatan tersebut, BTN optimistis mampu menjaga kinerja positif sekaligus mempertahankan pangsa pasar KPR nasional di tengah dinamika industri perbankan.

Secara keseluruhan, keberhasilan BTN menguasai hingga 39 persen pangsa pasar KPR nasional menjadi bukti nyata konsistensi dan kapabilitas perseroan dalam mendukung agenda besar perumahan Indonesia. Dengan sinergi kuat bersama pemerintah, pengembang, dan masyarakat, BTN diharapkan terus menjadi motor penggerak utama terwujudnya hunian layak dan terjangkau bagi seluruh rakyat.

Terkini