PIHPS Catat Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Tinggi Hari Ini

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:46:22 WIB
PIHPS Catat Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Masih Tinggi Hari Ini

JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia kembali merilis data terkini harga pangan di tingkat pedagang eceran, Rabu, 11 Februari 2026. Laporan ini menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas utama masih berada pada level tinggi, terutama bawang merah dan cabai rawit merah, yang kerap menjadi perhatian masyarakat karena pengaruhnya terhadap pengeluaran rumah tangga dan laju inflasi. Berdasarkan catatan PIHPS, harga bawang merah tercatat sebesar Rp44.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah mencapai Rp76.150 per kilogram.

Dinamika Harga Pangan Nasional Hari Ini

Pergerakan harga pangan harian menjadi indikator penting dalam memantau stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat. Data yang dirilis PIHPS menunjukkan bahwa fluktuasi harga masih terjadi di berbagai komoditas strategis. Selain bawang merah dan cabai rawit merah, harga bawang putih tercatat Rp40.800 per kilogram. Angka ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil, meskipun masih dipengaruhi oleh faktor distribusi dan ketersediaan stok di sentra produksi.

Pada komoditas beras, PIHPS mencatat variasi harga berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing berada di kisaran Rp14.400 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I dibanderol Rp15.900 per kilogram dan medium II Rp15.750 per kilogram. Untuk beras kualitas super, harga tercatat Rp17.150 per kilogram untuk kualitas super I dan Rp16.650 per kilogram untuk kualitas super II. Rentang harga ini menunjukkan bahwa pasokan beras nasional masih terjaga, meski permintaan terus meningkat seiring aktivitas ekonomi dan kebutuhan rumah tangga.

Pergerakan Harga Cabai dan Bumbu Dapur

Selain cabai rawit merah, PIHPS juga merilis harga beberapa jenis cabai lainnya. Cabai merah besar tercatat Rp44.200 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp45.700 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau berada di angka Rp54.150 per kilogram. Data ini mengindikasikan bahwa harga cabai secara umum masih berada pada level tinggi, meskipun terdapat variasi antarjenis.

Cabai dan bawang merupakan dua komoditas yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, distribusi, serta pola tanam petani. Curah hujan yang tinggi atau cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi hasil panen, sehingga berdampak langsung pada ketersediaan pasokan di pasar. Kondisi ini sering kali memicu kenaikan harga dalam jangka pendek, terutama ketika permintaan tetap tinggi.

Harga Daging, Telur, dan Komoditas Protein

PIHPS juga mencatat pergerakan harga komoditas sumber protein hewani. Harga daging ayam ras tercatat Rp41.200 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I berada di angka Rp143.450 per kilogram, dan kualitas II Rp136.000 per kilogram. Di sisi lain, harga telur ayam ras tercatat Rp31.850 per kilogram.

Stabilitas harga komoditas protein menjadi penting karena berhubungan langsung dengan asupan gizi masyarakat. Kenaikan harga daging dan telur dapat berdampak pada pola konsumsi rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Oleh karena itu, pemantauan rutin dan kebijakan stabilisasi harga menjadi langkah krusial dalam menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen.

Gula dan Minyak Goreng Masih Stabil

Untuk komoditas gula, PIHPS mencatat harga gula pasir kualitas premium sebesar Rp19.850 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp18.400 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng curah berada di angka Rp18.950 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga kemasan bermerek I tercatat Rp22.600 per liter dan kemasan bermerek II Rp21.800 per liter.

Stabilitas harga gula dan minyak goreng menjadi perhatian utama pemerintah, mengingat kedua komoditas ini memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga. Upaya menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan stok nasional menjadi faktor kunci dalam menekan potensi lonjakan harga.

Peran PIHPS dalam Menjaga Transparansi Harga

PIHPS Nasional memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi harga pangan yang akurat dan terkini. Data ini tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, tetapi juga bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk mengambil keputusan ekonomi yang tepat. Transparansi harga diharapkan dapat menekan praktik spekulasi dan menjaga stabilitas pasar.

Melalui publikasi rutin, PIHPS membantu memetakan tren pergerakan harga dari waktu ke waktu. Informasi ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah dalam melakukan intervensi pasar, seperti operasi pasar, penyaluran bantuan pangan, maupun penguatan distribusi dari sentra produksi ke wilayah konsumen.

Upaya Menjaga Stabilitas Harga ke Depan

Ke depan, stabilitas harga pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani. Peningkatan produktivitas pertanian, perbaikan infrastruktur logistik, serta penguatan sistem distribusi menjadi langkah penting untuk menekan biaya dan menjaga ketersediaan pasokan. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam pemantauan harga juga dapat mempercepat respons terhadap gejolak pasar.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terkait pola konsumsi yang bijak dan diversifikasi pangan juga dapat membantu mengurangi tekanan permintaan pada komoditas tertentu. Dengan demikian, keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat terjaga, sehingga fluktuasi harga dapat diminimalkan.

Secara keseluruhan, rilis data PIHPS pada 11 Februari 2026 menunjukkan bahwa harga bawang merah dan cabai rawit merah masih menjadi sorotan utama. Meski demikian, sejumlah komoditas lain relatif stabil. Dengan pengelolaan yang tepat dan koordinasi lintas sektor, diharapkan stabilitas harga pangan nasional dapat terus terjaga demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Terkini