Inovasi Teknologi Hybrid Dorong Efisiensi Operasional Perusahaan Tambang PPA

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:54:54 WIB
Inovasi Teknologi Hybrid Dorong Efisiensi Operasional Perusahaan Tambang PPA

JAKARTA - PT Star Wagen Indonesia (SWI), anak perusahaan dari PT Putra Perkasa Abadi (PPA), tengah memperkenalkan terobosan dalam operasional tambang yang lebih efisien dengan mengadopsi teknologi truk hauling berbasis diesel-electric hybrid SANY SRT100S di area tambang. Inisiatif tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong efisiensi energi sekaligus mengendalikan emisi dalam kegiatan pertambangan, seiring dengan tren penerapan prinsip green mining di sektor industri ini.

Transformasi Operasional ke Arah Efisiensi Energi

Dalam upaya meningkatkan efisiensi energi di area pertambangan, PPA fokus pada penggunaan kendaraan teknologi hybrid yang memiliki sistem penggerak diesel-electric dengan fitur regenerative braking. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan energi yang lebih optimal, sehingga konsumsi bahan bakar bisa ditekan hingga sekitar 30 persen dibandingkan dengan unit konvensional di kelas serupa. Menurut Presiden Direktur PPA, Joko Triraharjo, efisiensi energi merupakan fokus utama dalam transformasi operasional yang tidak hanya meningkatkan efektivitas kerja, tetapi juga mendukung pengurangan emisi secara bertahap.

Adopsi teknologi hybrid juga dinilai relevan karena kondisi operasional tambang yang belum sepenuhnya didukung dengan infrastruktur kelistrikan yang kuat di banyak lokasi tambang. Dengan demikian, solusi kendaraan hybrid menjadi jembatan penting dalam upaya efisiensi serta kesinambungan operasional perusahaan.

Penerapan di Lapangan melalui PPA Mining Expo

Penerapan inovasi ini ditampilkan oleh PPA dalam acara PT BIB–PPA Mining Expo Elektrifikasi yang berlangsung di area operasional PT Borneo Indobara (BIB) pada 7–9 Februari 2026. Melalui pameran tersebut, perusahaan menunjukkan bagaimana truk SANY SRT100S mampu mengangkut beban hingga 95 ton dengan volume vessel sebesar 70 meter kubik. Unit ini mengandalkan motor listrik bertorsi besar yang membuat akselerasi lebih responsif dan stabil pada jalur hauling dengan kemiringan tinggi.

Keunggulan teknologi tersebut tidak hanya terlihat dari pengurangan konsumsi bahan bakar, tetapi juga dampaknya terhadap efisiensi biaya perawatan serta peningkatan keandalan unit. Kombinasi ini dinilai berkontribusi pada keberlanjutan operasional tambang dalam jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

Presiden Direktur Star Wagen Indonesia, Fathul Muin, mengatakan bahwa SANY SRT100S bukan sekadar perangkat baru, tetapi merupakan lompatan teknologi dalam sistem hauling pertambangan. Ia menjelaskan bahwa unit ini dirancang sebagai solusi transisi yang aplikatif, yang memungkinkan operasi tambang berjalan lebih efisien, aman, dan lebih adaptif terhadap arah pengembangan teknologi masa depan di industri pertambangan.

Efisiensi dan Keberlanjutan Sebagai Fokus Utama

Penerapan teknologi hybrid ini sejalan dengan tren global yang mendorong praktik pertambangan lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Walaupun sektor pertambangan dikenal sebagai salah satu industri yang intensif energi, langkah inovatif seperti penggunaan kendaraan diesel-electric hybrid menjadi contoh bagaimana teknologi bisa membantu menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasi.

Upaya ini juga mencerminkan dorongan lebih luas untuk memperbaiki citra dan tata kelola industri pertambangan, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan memanfaatkan sumber daya teknologi modern, perusahaan seperti PPA mencoba menggabungkan produktivitas dengan praktik yang lebih berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Tantangan Infrastruktur dan Peluang Teknologi

Meskipun teknologi hybrid menawarkan sejumlah keuntungan, tantangan infrastruktur di banyak lokasi tambang tetap menjadi hambatan utama. Banyak area pertambangan yang belum memiliki infrastruktur kelistrikan yang memadai, sehingga pemanfaatan teknologi sepenuhnya listrik masih sulit dilakukan. Di sinilah teknologi hybrid diesel-electric menjadi solusi menarik karena mampu beroperasi secara fleksibel tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik eksternal.

Pendekatan semacam ini memungkinkan perusahaan tambang untuk mengejar efisiensi sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang beragam. Hal ini sangat penting mengingat operasional tambang sering berada di lokasi terpencil dengan tantangan logistik yang kompleks.

Dampak terhadap Industri Tambang Nasional

Inovasi seperti yang dilakukan PPA melalui anak perusahaannya ini diharapkan bisa memicu adopsi teknologi serupa di industri tambang nasional yang lebih luas. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya efisiensi energi dan pengurangan emisi, perusahaan tambang besar dan kontraktor di Indonesia mungkin akan melihat peluang besar dalam memanfaatkan teknologi hybrid dan solusi digital lainnya untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka.

Dengan demikian, langkah PPA tidak hanya relevan bagi perusahaan itu sendiri, tetapi juga bagi peta industri pertambangan nasional yang sedang bertransformasi menuju standar operasi yang lebih modern, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Terkini