JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memperkuat dukungannya terhadap perkembangan ekonomi lokal dengan mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Maros agar mampu naik kelas melalui kegiatan seminar bisnis dan talkshow. Kegiatan yang digagas sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini digelar di Ruang Rapat Pola Kantor Bupati Maros, Senin (9 Februari 2026).
Kolaborasi BUMN dan Pemerintah Daerah untuk UMKM
Kegiatan yang mengusung tema “Injourney Airports UMKM Naik Kelas” merupakan hasil sinergi antara Angkasa Pura Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Maros melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Sekitar 100 pelaku UMKM yang terdiri dari usaha binaan PLUT dan mitra binaan Bandara Sultan Hasanuddin hadir untuk menyerap wawasan serta strategi pengembangan bisnis dari para ahli di bidangnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, membuka acara dengan menyampaikan apresiasi kepada manajemen Bandara Sultan Hasanuddin atas komitmen yang ditunjukkan dalam mendukung pengembangan UMKM lokal. Menurutnya, dukungan semacam ini sangat penting karena jumlah UMKM di Maros telah mencapai sekitar 30.000 unit usaha, yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Saya terus mendorong masyarakat untuk berkembang melalui UMKM. Seminar seperti ini sangat diperlukan untuk membuka cakrawala pengetahuan para pelaku usaha agar mereka tetap kompetitif di pasar," ujar Chaidir Syam dalam sambutannya.
Pentingnya Peran Stakeholder dan Digitalisasi
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menekankan bahwa keterlibatan seluruh stakeholder, baik swasta maupun pemerintah, menjadi kunci untuk menghidupkan perekonomian di wilayah sekitar bandara. Ia juga menyoroti pentingnya adopsi teknologi digital oleh pelaku UMKM agar produk dan usahanya bisa berkembang serta bersaing di pasar yang lebih luas.
“Para pelaku UMKM harus memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya. Kolaborasi ini bertujuan agar UMKM kita tidak hanya bertahan, tapi benar-benar naik kelas,” tegas Minggus.
Pernyataan ini sejalan dengan tren nasional yang mendorong transformasi digital UMKM sebagai salah satu faktor penting dalam peningkatan daya saing usaha. Menurut data Kementerian UMKM, digitalisasi pemasaran dan integrasi usaha dalam jejaring ekonomi formal menjadi fokus utama strategi peningkatan kapasitas UMKM di Indonesia.
Fasilitas Pendukung Untuk Pengembangan Bisnis
Tidak hanya sekadar paparan teori, kegiatan ini juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi para peserta untuk memperkuat usaha mereka. Fasilitas tersebut antara lain layanan konsultasi bisnis, pendampingan langsung untuk solusi kendala usaha, serta bantuan dalam desain usaha hingga pembuatan identitas visual produk. Selain itu, diadakan pula pameran produk sehingga para peserta dapat memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung dan mitra potensial.
Materi strategis yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perindustrian (KOPURINDAG), konsultan PLUT, serta pihak perbankan mencakup pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta strategi pemasaran yang efektif. Penyediaan materi ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman pelaku UMKM tentang aspek penting dalam menjalankan dan mengembangkan usaha di era persaingan yang semakin ketat.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Para pelaku UMKM yang hadir dalam seminar terlihat antusias mengikuti setiap sesi dan memanfaatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber. Kegiatan seperti ini dianggap membuka peluang nyata bagi UMKM lokal untuk meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan usaha, dan mengeksplorasi strategi baru dalam mengembangkan produk mereka.
Minggus berharap bahwa hasil dari seminar dan talkshow ini dapat memberikan dampak jangka panjang dalam upaya pengembangan UMKM di Maros. Ia mengimbau agar para peserta terus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut ke dalam usaha mereka sehari-hari, sehingga bisa mendorong pertumbuhan usaha yang lebih produktif dan kompetitif.
Selain itu, keterlibatan sektor swasta lainnya diharapkan dapat meningkat sehingga UMKM di Maros mendapatkan dukungan yang lebih luas dan berkelanjutan. Dukungan semacam ini juga sesuai dengan upaya memperkuat ekosistem UMKM di tingkat nasional, yang saat ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk membantu pelaku usaha naik kelas melalui pendidikan, pembiayaan, serta perluasan pasar.
Menuju UMKM yang Lebih Kompetitif
Seminar Injourney Airports UMKM Naik Kelas menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah dapat menciptakan peluang bagi pelaku usaha untuk memperkuat kapasitas operasional dan strategi pemasaran mereka. Kegiatan semacam ini diharapkan tidak hanya menjadi acara rutin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal dan nasional.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, para pelaku UMKM di Maros memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan kualitas produk mereka sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas lagi.