BRI Insurance Tingkatkan Pemulihan Pascabencana Aceh dan Medan Melalui Bantuan Nyata

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:19:28 WIB
BRI Insurance Tingkatkan Pemulihan Pascabencana Aceh dan Medan Melalui Bantuan Nyata

JAKARTA - PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) memperlihatkan perannya yang semakin nyata dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah di Sumatera dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bernilai total sekitar Rp 230 juta. Upaya ini dilakukan melalui penggalangan dana internal dan iuran pekerja yang kemudian difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat di Pidie Jaya, Aceh, serta Sibolga, Medan, yang terdampak banjir bandang dan bencana lainnya.

Bantuan Tepat Sasaran bagi Masyarakat Terdampak

Penyaluran bantuan di Aceh dan Medan dilakukan dalam beberapa bentuk sesuai kebutuhan masyarakat pascabencana. Di Pidie Jaya, Aceh, bantuan berupa 390 unit kompor gas, ditambah dengan perlengkapan belajar dan sarana ibadah yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang kehilangan sumber penghidupan dan fasilitas penting akibat bencana. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, kepada perwakilan masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Budi Legowo menegaskan bahwa keterlibatan BRI Insurance dalam aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung masyarakat menjalani proses pemulihan secepat mungkin. Ia juga menyampaikan empatinya terhadap warga yang mengalami dampak langsung dari bencana tersebut pada awal bulan Februari 2026, dan berharap keberadaan bantuan dapat menjadi kontribusi nyata dan memberi harapan baru bagi keluarga dan komunitas yang sedang dalam masa rehabilitasi kehidupan pascabencana.

Peran Sanitasi Dalam Proses Pemulihan di Medan

Di wilayah Sibolga, Medan, fokus bantuan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan dapur rumah tangga dan pendidikan, tetapi juga pada kebutuhan sanitasi. BRI Insurance menyalurkan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang merupakan kebutuhan krusial terutama di tengah kondisi pemulihan pascabencana ketika fasilitas umum sangat terbatas. Penyediaan fasilitas MCK bertujuan membantu masyarakat menjaga kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan dalam situasi yang penuh keterbatasan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh SEVP Teknik BRI Insurance, Jimmy Prawiradigja, sebagai bentuk kepedulian terhadap akses sanitasi yang layak dan aman bagi masyarakat. Jimmy menekankan bahwa akses terhadap fasilitas sanitasi adalah kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda, terutama dalam masa pascabencana. Upaya ini diharapkan bukan hanya membantu menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa martabat serta mendorong kehidupan produktif lebih cepat kembali normal.

Modal Sosial Perusahaan untuk Ketahanan Sosial yang Lebih Kuat

Langkah yang diambil BRI Insurance mencerminkan pergeseran paradigma dari peran perusahaan semata sebagai entitas bisnis menjadi aktor penting dalam upaya peningkatan ketahanan sosial. Dalam banyak kesempatan, termasuk melalui bantuan kemanusiaan seperti ini, perusahaan berusaha menegaskan bahwa operasi bisnisnya sekaligus harus membawa nilai tambah positif bagi masyarakat luas. Inisiatif ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial korporat yang lebih luas, terutama dalam masa-masa darurat bencana.

Komitmen seperti ini, menurut para pengamat, berperan penting tidak hanya dalam mengurangi beban langsung yang dialami masyarakat pascabencana, tetapi juga dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang lebih kuat antara sektor swasta dan komunitas lokal. Bantuan yang bersifat konkret — berupa peralatan dapur, sarana pendidikan dan ibadah, serta fasilitas sanitasi — dipandang sebagai bentuk respons sensitif terhadap kebutuhan yang nyata di lapangan.

Sinergi dengan Langkah Pemulihan Lainnya

Penyaluran bantuan ini sekaligus sejalan dengan berbagai upaya pemulihan lain yang juga tengah berlangsung di Sumatera, baik dari pemerintah maupun organisasi lain. Misalnya, upaya pengiriman bantuan genset, kompor gas, dan fasilitas lain oleh instansi pemerintah di wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor belakangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan. Upaya BRI Insurance merupakan salah satu bagian dari keseluruhan strategi penanganan pascabencana yang lebih komprehensif di wilayah tersebut.

Dalam konteks ini, di samping peran sektor swasta, keterlibatan masyarakat sipil dan lembaga kemanusiaan menjadi komponen penting yang saling melengkapi. Bantuan dalam bentuk sarana fisik dan kebutuhan dasar yang cepat dan tepat sasaran diyakini dapat mendorong percepatan proses rehabilitasi sosial dan ekonomi di tengah masyarakat yang baru saja mengalami kehilangan besar.

Menatap Dukungan Berkelanjutan di Masa Depan

Ke depan, BRI Insurance menyatakan akan terus meneguhkan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam program sosial dan kemanusiaan. Perusahaan menilai bahwa dukungan berkelanjutan terhadap wilayah yang rawan bencana atau baru saja mengalami peristiwa alam merupakan investasi sosial jangka panjang yang bermanfaat bagi keberlangsungan masyarakat itu sendiri.

Dengan memperkuat ketahanan sosial, diharapkan masyarakat tidak hanya pulih dari dampak bencana saat ini, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Komitmen ini sejalan dengan semangat banyak pihak dalam memperkuat kesiapsiagaan dan responsif terhadap situasi krisis secara lebih efektif dan manusiawi.

Terkini