Pemkab Semarang Percepat Proyek Tol Bawen-Jogja untuk Mudik Lebaran 2026

Senin, 09 Februari 2026 | 10:56:18 WIB
Pemkab Semarang Percepat Proyek Tol Bawen-Jogja untuk Mudik Lebaran 2026

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sedang mempercepat proses pembebasan lahan untuk proyek Tol Bawen-Jogja, langkah strategis yang diprioritaskan agar konstruksi bisa mencapai fungsional menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Upaya percepatan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah karena bersinggungan langsung dengan kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.

Target Fungsional Menjelang Arus Mudik Lebaran

Pemkab Semarang menegaskan bahwa proyek ruas tol—khususnya di Seksi VI dan V—ditargetkan bisa digunakan secara fungsional pada Lebaran 2026. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa proyek Tol Bawen-Jogja yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu sedang dikebut dalam penyelesaian lahan untuk mendukung target tersebut.

“Kami berharap mudah-mudahan dapat ‘on schedule’ terkait target di Seksi VI, sehingga pada Lebaran 2026 Insya Allah bisa difungsikan sesuai targetnya,” ujar Zainal.

Upaya ini sejalan dengan keputusan berbagai pihak untuk menjadikan Tol Jogja-Bawen sebagai jalur alternatif utama yang dapat membantu melancarkan arus lalu lintas terutama dari dan menuju Yogyakarta serta wilayah Jawa Tengah pada masa puncak mudik.

Kondisi Seksi VI: Hampir Selesai, Tantangan Kecil Saja

Pencapaian paling menonjol saat ini berada di Seksi VI, yang meliputi wilayah sekitar Bawen, Doplang, dan sebagian Berokan. Menurut keterangan Zainal, pembebasan lahan di area tersebut sudah “selesai semua, hanya tinggal kecil-kecil saja” sehingga secara umum tidak menghambat proses pembangunan fisik di Seksi VI.

Keberadaan seksi ini sendiri sangat strategis karena nantinya akan menghubungkan titik pecahan Exit Tol Bawen hingga Exit Tol Ambarawa yang baru, yang diharapkan mampu mereduksi kepadatan kendaraan selama arus mudik Lebaran.

Diharapkan, jika Seksi VI dapat difungsikan sesuai rencana, hal ini akan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas warga serta distribusi logistik di sepanjang koridor Jogja-Semarang.

Seksi V: Masih Tunggu Administrasi dan Tantangan Pemakaman

Berbeda dengan progres yang hampir tuntas di Seksi VI, proses pembebasan lahan untuk Seksi V masih menghadapi beberapa tantangan administratif dan teknis. Menurut Zainal, pencairan uang “ganti untung” (kompensasi kepada pemilik lahan) untuk ruas ini sudah diajukan ke Kementerian Keuangan, namun sampai saat ini masih menunggu penyelesaian administrasi lanjutan akibat adanya perubahan alokasi anggaran di tahun 2026.

Satu persoalan unik yang menjadi tantangan di seksi ini adalah keberadaan tanah pemakaman umum yang berdampak langsung pada jalur pembangunan tol. Pemerintah berencana untuk membeli lahan di sekeliling desa terdampak agar pemindahan makam dapat dilakukan dengan tertib.

“Untuk proses pemindahan makam akan dilakukan bersama-sama antara kami, Pemkab Semarang, PT Jasa Marga Jogja-Bawen (PT JJB), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” tegas Zainal, yang menggarisbawahi bahwa jika ahli waris memilih lokasi pemindahan di luar desa, biaya operasionalnya akan dikembalikan sesuai klaim yang diajukan.

Pemkab bahkan telah menyelesaikan pendataan terhadap sekitar empat makam besar yang terdampak, tersebar di Kelurahan Panjang Ambarawa, Ngampin Ambarawa, dan Kecamatan Jambu—dengan total korban dampak sejumlah ±3.500 makam yang harus dipindahkan.

Koordinasi Lintas Instansi Untuk Memastikan Kelancaran

Percepatan pembebasan lahan proyek ini bukan semata urusan pemerintah daerah semata, melainkan melibatkan kolaborasi dengan PT Jasa Marga Jogja-Bawen (PT JJB) dan pejabat terkait di pemerintah pusat. Selain itu, pihak Pemkab turut mengkoordinasikan dengan Kementerian Keuangan agar masalah administratif tidak menghambat progres keseluruhan pada Seksi V.

Lebih jauh lagi, upaya koordinasi ini diyakini akan membantu memastikan bahwa arus mudik dan balik Lebaran 2026 bisa tertangani lebih baik—bahkan sebelum tol ini sepenuhnya selesai secara fisik, masyarakat tetap dapat memanfaatkan beberapa bagian fungsionalnya di masa puncak arus lalu lintas.

Manfaat Infrastruktur Bagi Mobilitas dan Ekonomi

Meski artikel ini berfokus pada upaya percepatan pembebasan lahan, proyek Tol Bawen-Jogja secara keseluruhan merupakan bagian dari jaringan jalan tol strategis yang lebih luas. Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, sekaligus menjadi bagian dari Trans-Jawa Toll Road yang mempercepat konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa.

Jika selesai, tol ini diperkirakan akan mampu memangkas waktu perjalanan antara Semarang dan Yogyakarta—yang selama ini dapat mencapai sekitar tiga jam lewat jalur nasional—menjadi jauh lebih singkat, memicu pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang pariwisata, serta memperlancar distribusi logistik.

Kesimpulannya, percepatan pembebasan lahan proyek Tol Bawen-Jogja oleh Pemkab Semarang bukan hanya fokus pada target fungsional Lebaran 2026, tetapi juga bagian dari strategi besar memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat Jateng serta DIY. Memastikan proses administrasi lengkap, mengatasi tantangan teknis seperti pemindahan makam, serta koordinasi lintas instansi menjadi kunci supaya target itu bisa terealisasi tepat waktu.

Terkini