Xiaomi Bawa Era Baru Fotografi Smartphone Lewat Kamera Modular Inovatif

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:37:06 WIB

JAKARTA - Dalam dunia smartphone yang terus berevolusi, aspek fotografi menjadi salah satu arena persaingan paling tajam. Xiaomi, salah satu pemain besar di industri ini, tampaknya siap memimpin langkah selanjutnya melalui konsep kamera modular yang revolusioner dan berpotensi merombak cara kita memotret dengan ponsel. Ide ini bukan sekadar gimmick, tetapi dikembangkan serius hingga masuk tahap produksi massal.

Menjadi Pionir dengan Sistem Kamera Modular

Sejak pertama kali diperkenalkan di ajang Mobile World Congress (MWC) tahun lalu, Xiaomi Modular Optical System langsung menjadi sorotan para penggemar teknologi. Sistem ini menghadirkan sebuah modul kamera yang bisa dilepas dan dipasang sesuka hati, menjadikannya jauh berbeda dari solusi kamera tambahan yang pernah ada sebelumnya.

Perangkat modular ini dilengkapi sensor micro four-thirds 100MP serta lensa 35mm yang memiliki bukaan variabel dari f/1.4 hingga f/11, termasuk ring fokus manual — fitur yang biasa ditemukan di kamera profesional.

Hal yang membedakan pendekatan Xiaomi adalah integrasi teknologi koneksi baru yang disebut LaserLink. Teknologi ini memungkinkan transfer data antara modul kamera dan ponsel dengan kecepatan hingga 10Gbps langsung ke ISP (Image Signal Processor) ponsel tanpa latensi yang berarti.

LaserLink Jadi “Otak” di Balik Inovasi

LaserLink bukan sekadar konektor magnetis biasa. Teknologi ini memanfaatkan sinyal optik untuk mentransfer data mentah (raw) dari sensor ke ponsel dalam waktu sangat cepat. Dengan cara ini, seluruh pemrosesan gambar bisa dilakukan oleh prosesor dan perangkat lunak ponsel — memadukan kemampuan kamera fisik yang besar dengan kecerdasan fotografi komputasi modern.

Pendekatan seperti ini berbeda jauh dibandingkan aksesori kamera yang pernah diperkenalkan oleh merek lain. Modul-modul pendahulu sering kali hanya menggunakan solusi clip-on atau add-on yang terbatas pada fungsi dasar dan sering bergantung pada koneksi wireless atau USB. Sementara itu, sistem Xiaomi mencoba memberikan kualitas dan kontrol yang sama dengan kamera fisik, namun tetap memanfaatkan kecerdasan dan antarmuka ponsel.

Karena transfer data mentah dilakukan melalui LaserLink, pengguna bisa mendapatkan hasil foto dengan detail tinggi, dynamic range yang luas, serta respons yang tak kalah dibanding kamera profesional meskipun diambil lewat ponsel.

Produksi Massal dan Potensi Peluncuran 2026

Berbeda saat pertama kali diperkenalkan hanya sebagai prototipe, kabar terbaru dari pembocor teknologi Digital Chat Station menyebutkan inovasi ini telah memasuki tahap perencanaan produksi massal, dan kemungkinan akan meluncur di pasar pada awal 2026. Meski tanggal pastinya belum diumumkan, langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya bermain di ranah ide, tetapi benar-benar berupaya membawa teknologi modular ke konsumen.

Model ponsel yang digadang-gadang mendukung koneksi LaserLink secara penuh bukanlah Xiaomi 15 biasa yang muncul saat pengenalan konsep, tetapi kemungkinan seri terbaru seperti Xiaomi Mix 5, yang dikenal dengan desain flagship berperforma tinggi.

Keterbatasan dan Tantangan Kompatibilitas

Walau inovatif, sistem modular ini memiliki keterbatasan teknologi yang harus dihadapi. Modul kamera hanya dapat digunakan pada ponsel yang mendukung magnet Qi2 serta koneksi data khusus untuk LaserLink, sehingga kompatibilitasnya diperkirakan sangat terbatas hanya pada model-model tertentu saja.

Selain itu, modul ini dirancang tanpa baterai internal atau perangkat pemrosesan tambahan. Semua daya dan proses pemotretan ditarik dari ponsel, sehingga modul tetap ringkas namun bergantung sepenuhnya pada perangkat utama.

Bobot modul sekitar 100 gram juga menjadi salah satu catatan menarik. Saat dipasang pada ponsel kompak seperti Xiaomi 15, modul ini terasa cukup besar dan mungkin mempengaruhi kenyamanan penggunaan. Kehadiran perangkat dengan bodi lebih besar, seperti seri Mix, diperkirakan akan memberikan pengalaman yang lebih seimbang bagi pengguna.

Memandang Masa Depan Fotografi Smartphone

Kehadiran sistem kamera modular seperti yang dikembangkan Xiaomi berpotensi membuka babak baru dalam fotografi mobile. Bila berhasil dipasarkan luas, pengguna akan memiliki fleksibilitas untuk mendapatkan kualitas gambar mendekati kamera profesional langsung dari ponsel mereka — tanpa harus membawa perangkat berat di luar smartphone.

Inovasi ini juga mencerminkan upaya pabrikan untuk mengatasi batasan fisik smartphone dalam menangkap gambar berkualitas tinggi. Dengan menggabungkan sensor besar, lensa berkualitas profesional, dan teknologi koneksi mutakhir seperti LaserLink, Xiaomi seakan memberikan jawaban terhadap tantangan klasik “kamera kecil di ponsel”.

Terkini