BRI dan Mitra Strategis Dorong Investasi Daerah Lewat Akses Permodalan UMKM

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:18:17 WIB

JAKARTA – Upaya memperkuat investasi di daerah kini makin nyata melalui kolaborasi strategis yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Badan Pengusahaan (BP) Batam, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Kementerian UMKM. Sinergi ini diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman yang memiliki tujuan jelas memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Batam.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Penguatan Investasi

Dalam acara Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment pada 29 Januari 2026 di Batam, BRI dan mitra strategis menandatangani beberapa nota kesepahaman penting sebagai landasan kerja sama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, serta Kepala BP Batam Amsakar Achmad. Perwakilan dari BRI juga hadir, yakni Direktur Corporate Banking Riko Tasmaya dan Direktur Micro Akhmad Purwakajaya.

MoU yang ditandatangani secara khusus mencakup kerja sama pemanfaatan produk dan layanan perbankan untuk mendukung transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPB). Selain itu, kolaborasi lintas lembaga juga mencakup perluasan akses permodalan dan investasi bagi UMKM di KPBPB Batam, sebagai bentuk konkret percepatan realisasi investasi serta mendukung peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Posisi Strategis Batam dalam Ekosistem Investasi Nasional

Batam dikenal memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Letaknya dekat dengan Singapura, serta berada di jalur perdagangan global yang vital, membuat kawasan ini kerap menjadi pilihan bagi investor, khususnya sektor manufaktur berbasis ekspor. Pertumbuhan sektor logistik, jasa, dan perdagangan di Batam juga terus menunjukkan tren positif seiring investasi dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Kawasan perdagangan bebas ini pun menjadi salah satu ujung tombak daya saing ekonomi Indonesia di tingkat regional dan global.

Melalui kerja sama strategis yang baru saja diteken, BRI bekerja sama dengan BP Batam dan kementerian/lembaga terkait berharap dapat semakin memaksimalkan potensi investasi dan peluang usaha di kawasan tersebut. Akses pembiayaan yang lebih mudah dan dukungan berbagai layanan perbankan diharapkan menjadi pendorong penting pertumbuhan ekonomi lokal.

BRI: Memperkuat Ekosistem Investasi dan UMKM

Direktur Corporate Banking Riko Tasmaya menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BRI untuk memperkuat ekosistem investasi sekaligus peran UMKM sebagai penggerak ekonomi. Menurutnya, BRI tidak memandang UMKM hanya sekadar penerima pembiayaan, tetapi sebagai mitra strategis dalam ekosistem nilai ekonomi yang berkelanjutan, kompetitif, dan memberi dampak nyata.

BRI mengusung pendekatan layanan terpadu yang dikenal sebagai BRI One Solution, mencakup pembiayaan, pengelolaan transaksi, dan pendampingan usaha. Pendekatan ini diperkuat oleh platform digital BRI QLola, yang bertindak sebagai ekosistem digital korporat satu atap untuk pengelolaan arus kas, transaksi, dan likuiditas. Fitur-fitur QLola mencakup manajemen kas, collection via BRIVA dan auto debit, layanan domestik dan internasional, payroll, pajak, treasury, hingga trade finance.

BRI juga melanjutkan berbagai program pemberdayaan berbasis komunitas yang telah dikembangkan sebelumnya. Hingga tahun 2025, bank ini telah membentuk lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah, yang berfungsi sebagai wadah penguatan kapasitas dan kolaborasi pelaku UMKM. Selain itu, platform digital LinkUMKM kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 14,98 juta UMKM untuk memperluas pasar serta mempercepat proses naik kelas.

Realisasi Investasi dan Penghargaan Bagi Daerah

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, menyampaikan data menggembirakan terkait realisasi investasi nasional sepanjang Januari–Desember 2025. Total realisasi mencapai Rp1.931,2 triliun, atau 101,3 persen dari target yang ditetapkan presiden senilai Rp1.905,6 triliun. Kontribusi dari kawasan BP Batam juga signifikan: realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun, melebihi target Rp60 triliun atau sekitar 15,5 persen di atas sasaran.

Menurut Todotua, pencapaian ini mencerminkan kepercayaan yang kuat dari para pengusaha baik domestik maupun mancanegara. “Angka ini bukan sekedar angka tapi mencerminkan bahwa adanya kepercayaan baik itu pengusaha dalam negeri maupun luar negeri,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata daerah dan pelaku usaha dalam investasi, BKPM melalui Kementerian Investasi memberikan 9 penghargaan Investment Awards kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang berprestasi. BP Batam sendiri menerima beberapa penghargaan dalam kategori seperti Capaian Realisasi Investasi Melampaui Target dan Pengembangan Iklim Investasi 2025.

Harapan Bagi UMKM di Batam ke Depan

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan memberikan dukungan menyeluruh bagi para pengusaha UMKM di KPBPB Batam. Menurutnya, akses pembiayaan yang lebih luas, pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok investasi akan menjadi kunci agar mereka dapat naik kelas, menjadi penopang ekonomi lokal yang kompetitif di tingkat global.

Sebagai langkah awal, Kementerian UMKM akan menggulirkan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) sebagai pilot project untuk menyediakan pendampingan akses pembiayaan serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM di Batam dalam waktu dekat.

Melalui kerja sama strategis ini, BRI bersama BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM optimistis dapat menciptakan ekosistem investasi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Terkini